MALANG, Kaltaraaktual.com- Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) tahun 2026 dengan menghadirkan sejumlah alumni dari berbagai profesi untuk berbagi pengalaman karier. Salah satu sesi membahas bagaimana lulusan hukum menjaga idealisme saat memasuki dunia kerja, termasuk di lingkungan pemerintahan.
Dalam sesi bertema “From Law School to Government: Merawat Nalar; Antara Idealisme dan Karier” yang berlangsung Kamis (10/9/26), alumni Fakultas Hukum UMM, Mutiq Hasan Nasir, membagikan pandangannya kepada mahasiswa baru mengenai tantangan profesi hukum di era yang semakin kompleks.
Ia mengatakan lulusan Fakultas Hukum memiliki peluang berkarier di banyak bidang, mulai dari advokat, notaris, konsultan hukum, auditor hukum, mediator, hingga aparatur sipil negara (ASN).
“Yang paling penting bukan hanya memilih profesinya, tetapi bagaimana menjaga idealisme dan integritas ketika menjalankan pekerjaan,” ujarnya.
Menurutnya, mahasiswa hukum perlu membangun cara berpikir progresif sejak masih duduk di bangku kuliah. Ia mengingatkan agar mahasiswa tidak terjebak pada cara pandang yang hanya berpatokan pada bunyi pasal atau pendekatan positivistik semata.
Di tengah arus informasi yang begitu cepat, kata dia, persoalan hukum akan semakin rumit. Karena itu, calon sarjana hukum harus membiasakan diri untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum melakukan analisis secara utuh.
Mutiq menyebut ada tiga hal mendasar yang perlu dipahami mahasiswa hukum selama kuliah, yakni norma, kewenangan, dan keadilan. Namun ketika memasuki dunia profesional, khususnya sebagai ASN, lulusan hukum dituntut menjadi problem solver di tengah beragam kepentingan.
“Bekerja di pemerintahan, hukum tidak berada di ruang kosong. Di sana bertemu kepentingan anggaran, negara, institusi, pemerintah daerah, hingga masyarakat. Di situlah kemampuan menyeimbangkan idealisme dan profesionalisme diuji,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa menjalankan tugas dan perintah merupakan kewajiban profesional, sedangkan menjaga integritas dan idealisme merupakan kehormatan seorang penegak hukum.
Sebagai bekal membangun karier, Mutiq mengajak mahasiswa menguasai empat kemampuan utama, yakni legal reasoning dan legal research, legal drafting serta policy analysis, kemampuan komunikasi dan memahami dinamika politik tanpa kehilangan independensi, serta menjaga integritas dan keberanian dalam setiap keputusan.
Sementara itu, Koordinator Penyelenggara Pesmaba Fakultas Hukum UMM, Wahyudi Kurniawan, SH., M.H.Li, mengatakan tema besar Pesmaba UMM 2026 adalah “Go Green, Go Clean”. Fakultas Hukum mengusung tema “Mewujudkan Lingkungan Intelektual FH UMM yang Green and Clean melalui Semangat Kolaboratif demi Terwujudnya Jurist Progresif.”
Menurut Wahyudi, kehadiran alumni dari berbagai bidang profesi bertujuan memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa baru bahwa lulusan Fakultas Hukum UMM memiliki ruang pengabdian yang luas.
“Mas Mutiq dipilih sebagai salah satu pemateri karena selain alumni Fakultas Hukum UMM, beliau juga memiliki pengalaman sebagai aktivis kampus yang kemudian berkarier sebagai ASN. Pengalaman itu diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa baru dalam membangun karier tanpa meninggalkan idealisme,” pungkasnya. (**)

