TANJUNG SELOR, Kaltaraaktual.com- Program budidaya mina padi di Desa Salim Batu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, kembali mendapat dukungan pemerintah daerah. Program yang menggabungkan budidaya padi dan ikan itu kini memasuki tahun ketiga pelaksanaan.
Pada 2026, Dinas Perikanan Kabupaten Bulungan menyalurkan sekitar 35 ribu benih ikan beserta pakan kepada dua kelompok pembudidaya, yakni Kelompok Lubak Manis dan Kelompok Mudik Berkah.
Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Bulungan, Syamtidar Noor, mengatakan dukungan tersebut merupakan bagian dari pendampingan yang dilakukan secara konsisten selama tiga tahun terakhir.
“Budidaya sistem mina padi ini sudah dicanangkan di Desa Salim Batu, tepatnya di Lubak Manis. Kita konsisten dalam tiga tahun terakhir untuk men-support kegiatan budidaya mina padi,” kata Syamtidar saat diwawancarai, Kamis (25/9/26).
Menurutnya, pada tahun ini bantuan tidak hanya diberikan kepada Kelompok Lubak Manis. Kelompok Mudik Berkah juga mendapatkan dukungan program tersebut.
“Untuk tahun 2026 ini ada dua kelompok, satunya Kelompok Lubak Manis, satunya Kelompok Mudik Berkah. Di sekitar Salim Batu semuanya kita bantu sekitar 35.000 benih lengkap dengan pakannya,” ujarnya.
Syamtidar menjelaskan, mina padi merupakan sistem budidaya yang mengintegrasikan tanaman padi dengan pemeliharaan ikan dalam satu lahan sawah.
Sistem tersebut memungkinkan petani memperoleh hasil dari dua komoditas dalam satu musim tanam.
Selain menghasilkan ikan, keberadaan ikan di area persawahan juga dinilai dapat memberikan manfaat terhadap ekosistem lahan.
Pergerakan ikan di sekitar saluran sawah dapat membantu mengendalikan organisme pengganggu tanaman. Sementara kotoran ikan dapat menjadi sumber bahan organik yang mendukung kesuburan tanah.
“Jadi konsepnya bagaimana satu lahan bisa memberikan hasil dari padi dan ikan. Ini juga bagian dari upaya diversifikasi usaha tani,” jelasnya.
Program mina padi di Salim Batu telah berjalan selama tiga tahun berturut-turut. Kawasan Lubak Manis pun menjadi salah satu lokasi percontohan penerapan sistem tersebut di Bulungan.
Dengan adanya tambahan kelompok penerima bantuan pada 2026, Dinas Perikanan berharap penerapan mina padi dapat semakin berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Program itu sekaligus diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan potensi pertanian dan perikanan di tingkat desa. (***)






