Konsumsi Ikan Warga Bulungan Tembus 69,38 Kg per Kapita, Dinas Perikanan Siapkan Strategi Baru

oleh -1026 Dilihat
oleh

TANJUNG SELOR, Kaltaraaktual.com- Kabupaten Bulungan tidak hanya berupaya meningkatkan produksi perikanan. Pemerintah daerah juga melihat konsumsi ikan masyarakat sebagai bagian penting dalam memperkuat ekosistem perikanan daerah.

Data Dinas Perikanan Kabupaten Bulungan menunjukkan tingkat konsumsi ikan masyarakat pada 2024 mencapai 69,38 kilogram per kapita per tahun. Angka tersebut melampaui target yang ditetapkan sebesar 69 kilogram per kapita per tahun.

Kepala Bidang Penguatan Daya Saing dan Pengawasan Sumber Daya Perikanan Dinas Perikanan Kabupaten Bulungan, Junaidi, mengatakan peningkatan konsumsi ikan perlu terus didorong melalui edukasi sekaligus pengembangan produk yang lebih beragam.

Menurut dia, masyarakat tidak harus mengonsumsi ikan dalam bentuk ikan segar. Diversifikasi produk olahan dapat menjadi salah satu cara membuat konsumsi ikan lebih mudah diterima berbagai kelompok masyarakat.

Baca Juga  3 Tahun Berjalan, Mina Padi Salim Batu Bulungan Kembali Dapat 35 Ribu Benih Ikan

“Yang kita dorong bagaimana masyarakat semakin mengenal dan mengonsumsi produk perikanan. Tidak hanya ikan segar, tetapi juga berbagai produk olahannya,” ujar Junaidi, Kamis, (01/10/26).

Ia menjelaskan, diversifikasi produk menjadi penting karena dapat memperluas pilihan masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha pengolahan hasil perikanan.

Semakin banyak produk olahan yang dikembangkan, semakin besar pula peluang bahan baku perikanan lokal masuk ke rantai ekonomi yang lebih panjang.

Menurut Junaidi, peningkatan konsumsi ikan tidak cukup hanya dilakukan melalui kampanye Gemarikan. Edukasi perlu diikuti dengan ketersediaan produk yang mudah diperoleh masyarakat.

Dinas Perikanan Bulungan sendiri mencatat sejumlah tindak lanjut untuk menjaga angka konsumsi ikan, di antaranya penguatan pembinaan melalui pelatihan pengolahan ikan, diversifikasi produk hasil perikanan, serta sosialisasi mengenai kandungan gizi dan manfaat ikan.

Baca Juga  Polda Kaltara Bersama UBT Resmi Launching Pusat Studi Kepolisian

Selain itu, pengambilan data konsumsi ikan rumah tangga di tingkat kecamatan juga terus dilakukan sebagai bagian dari evaluasi program pemerintah.“Data konsumsi ini penting untuk melihat bagaimana perkembangan konsumsi ikan masyarakat dan menjadi bahan evaluasi program yang sudah dilakukan,” katanya.

Junaidi mengatakan sektor pengolahan juga memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan konsumsi. Produk ikan yang diolah menjadi makanan siap konsumsi dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang tidak terbiasa mengolah ikan segar sendiri.

Di sisi lain, produk olahan memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM untuk menciptakan produk baru berbahan baku lokal.

Baca Juga  Karhutla Turun 82 Persen, Audit Itwasum Polri Apresiasi Kinerja Polda Kaltara

Peningkatan konsumsi ikan pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan pola konsumsi masyarakat. Permintaan yang tumbuh juga dapat menciptakan pasar bagi nelayan, pembudidaya dan pelaku usaha pengolahan.

Menurut Junaidi, pengembangan sektor perikanan perlu melihat hubungan antara produksi, konsumsi dan pengolahan sebagai satu kesatuan.

“Kalau konsumsi meningkat, tentu kebutuhan terhadap produk perikanan juga semakin besar. Ini menjadi peluang bagi pelaku usaha di sektor perikanan,” ujarnya.

Dinas Perikanan Bulungan berharap tren konsumsi ikan dapat terus dipertahankan dan meningkat pada tahun-tahun berikutnya.

Dengan begitu, ikan tidak hanya menjadi komoditas ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari pola konsumsi masyarakat sekaligus menggerakkan usaha perikanan dari hulu hingga hilir.(***)

Bagikan

Tinggalkan Balasan