TANJUNG SELOR, Kaltaraaktual.com- Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kecamatan Bunyu, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, menerapkan tata kelola perikanan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Sistem ini dirancang untuk mendukung aktivitas nelayan sekaligus memperkuat rantai pemasaran hasil tangkapan.
Integrasi tersebut mencakup kebutuhan nelayan sebelum melaut, seperti penyediaan es, bahan bakar minyak (BBM), dan perbekalan. Setelah kembali melaut, hasil tangkapan dapat ditampung dan disimpan melalui fasilitas pendinginan atau cold storage sebelum dipasarkan.
Hasil tangkapan nelayan selanjutnya dapat disalurkan ke pasar ikan segar maupun industri pengolahan. Dengan demikian, hasil produksi nelayan tidak berhenti pada proses penangkapan, tetapi terhubung dengan sistem distribusi dan pemasaran.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bulungan, Syam Hendarsyah, mengatakan konsep utama KNMP adalah membangun ekosistem usaha perikanan yang saling terhubung.
“Inti dari KNMP itu adalah terintegrasi dari hulu ke hilir. Jadi mulai dari kegiatan penangkapan yang butuh perbekalan, BBM, dan es saat melaut, hingga selesai melaut mereka bisa menjualnya ke KNMP untuk disimpan di cold storage,” kata Syam, Rabu, (30/9/26).
Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan memberikan kepastian bagi nelayan dalam menjalankan aktivitas usaha. Ikan hasil tangkapan dapat ditangani dengan lebih baik sebelum masuk ke jalur pemasaran.
“Dari cold storage ini kemudian didistribusikan ke pasar pengolahan maupun ikan segar, sehingga ekosistem usahanya berjalan berkesinambungan,” ujarnya.
Syam menambahkan, pengelolaan yang terintegrasi juga diharapkan membuat aktivitas nelayan menjadi lebih efektif dan efisien. Nelayan dapat memperoleh dukungan fasilitas yang dibutuhkan mulai dari persiapan melaut hingga penanganan hasil tangkapan.
“Harapannya nelayan bisa melakukan aktivitas yang lebih efektif dan efisien dengan dukungan fasilitas yang ada di Koperasi Nelayan Merah Putih Bunyu,” jelasnya.
Pemanfaatan KNMP dengan pola hulu-hilir tersebut diharapkan tidak hanya mendukung produktivitas nelayan, tetapi juga memperkuat nilai ekonomi hasil perikanan di tingkat lokal. (jm/red)





