TANJUNG SELOR, Kaltaraaktual.com- Pemerintah Kabupaten Bulungan mengusulkan penyediaan lokasi penyaluran BBM khusus bagi nelayan dan sektor pertanian. Usulan ini disiapkan untuk mengantisipasi antrean di SPBU umum.
Konsep yang diusulkan mencakup pembangunan SPBU khusus di darat hingga opsi SPBU apung di wilayah perairan. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mempermudah nelayan mendapatkan BBM sesuai rekomendasi sekaligus mengurangi kepadatan di SPBU umum.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bulungan, Syam Hendarsyah mengatakan, usulan tersebut telah disampaikan dalam koordinasi bersama Pertamina Patra Niaga.
“Kemarin kami sempat menyampaikan usulan terkait kemungkinan lokasi khusus pengambilan BBM rekomendasi untuk nelayan. Dari pihak Pertamina menyambut positif usulan tersebut dan akan mempelajari lebih lanjut,” kata Syam, (28/9/26).
Menurut Syam, keberadaan lokasi khusus penyaluran BBM akan memberikan kemudahan bagi nelayan dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar untuk melaut.
Selain nelayan, skema penyaluran khusus juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan BBM sektor pertanian. Namun, realisasi usulan tersebut masih menunggu hasil kajian dan keputusan dari Pertamina Patra Niaga.
“Pada koordinasi berikutnya akan dibahas mengenai kesiapan calon penyalur, apakah menggunakan SPBU yang ada atau membuat SPBU khusus nelayan dan pertanian,” jelasnya.
Syam mengatakan, salah satu opsi yang masih dibahas adalah pemanfaatan SPBU eksisting dengan pola penyaluran tertentu. Di sisi lain, pembangunan fasilitas khusus juga menjadi alternatif apabila dinilai lebih efektif.
Untuk nelayan, opsi SPBU apung juga menjadi salah satu gagasan yang dapat dikaji mengingat aktivitas mereka berada di wilayah perairan.
Pemkab Bulungan berharap pembahasan bersama Pertamina dapat menghasilkan skema penyaluran BBM yang lebih mudah diakses nelayan dan pelaku sektor pertanian, sekaligus menjaga agar pelayanan BBM bersubsidi di SPBU umum tetap berjalan lancar. (jm/red)







