113 UMKM Kuliner Ramaikan Paras Fest 2026, Stan Sampai Diatur Berbagi

oleh -1007 Dilihat
oleh

NUNUKAN, Kaltaraaktual.com- Festival Paras Perbatasan (Paras Fest) 2026 tak hanya menjadi ruang hiburan bagi masyarakat Kabupaten Nunukan. Ajang ini juga dimanfaatkan sebagai kesempatan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memasarkan produk mereka.

Sebanyak 113 UMKM kuliner tercatat ambil bagian dalam Paras Fest 2026. Jumlah tersebut bertambah dari 110 UMKM yang sebelumnya telah terdata.

Kepala Bidang UKM Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Nunukan, Mardiana, mengatakan seluruh pelaku usaha tersebut bergerak di sektor makanan dan minuman serta berjualan di dalam kawasan Paras Perbatasan.

“Hari ini ada tambahan tiga, jadi ada 113 yang sudah bergabung. Itu di luar stan pameran untuk ekonomi kreatif. Jadi 113 ini murni teman-teman UMKM kuliner, makanan dan minuman,” kata Mardiana, Sabtu (3/10/26).

Antusiasme pelaku UMKM disebut sudah terlihat sejak pendaftaran dibuka. Link pendaftaran yang dibagikan pada pagi hari langsung dipenuhi pelaku usaha.

Baca Juga  Wabup Hermanus Bela Bupati Nunukan dan Minta ASN Tak Terjebak Konspirasi Politik

“Ketika kami share link pendaftaran pagi hari sekitar jam 6, kami cek jam 12 siang, setengah hari itu sudah terisi sebanyak 110 UMKM,” ujarnya.

Tingginya minat tersebut membuat jumlah peserta melampaui kapasitas normal kawasan Paras Perbatasan yang diperkirakan hanya mampu menampung sekitar 80 UMKM.

Pemkab Nunukan kemudian melakukan penataan ulang stan dengan memanfaatkan tenda UMKM yang tersedia. Dinas Pariwisata juga menyediakan sekitar 50 unit tenda untuk mendukung kegiatan tersebut.

“Untuk mengakali karena masih kekurangan, dua tenda diisi tiga UMKM. Di Blok D, di depan gazebo, rata-rata dua tenda diisi tiga UMKM,” jelas Mardiana.

Sekitar 10 stan diisi berbagai produk kerajinan dan karya kreatif. Di antaranya kelompok binaan Lapas, binaan UPT KPH Kehutanan Provinsi, produk daur ulang sampah dari Dinas Lingkungan Hidup, pelaku UMKM ekonomi kreatif, hingga karya siswa SMK.

Baca Juga  Master Plan Pembangunan Nunukan Berdasarkan Karakteristik Wilayah

Sejumlah produk baru juga diperkenalkan dalam festival tahun ini. Di antaranya kerajinan dari Manaselong dan kerajinan berbahan rotan dari Bisokong.

“Untuk produk yang kami gelar di stan, ada sekitar tiga produk baru, termasuk kerajinan dari Manaselong dan kerajinan berbahan rotan dari Bisokong. Tahun kemarin mereka belum pernah berpartisipasi,” ungkapnya.

Bagi pelaku UMKM, Paras Fest menjadi salah satu momentum yang dinantikan. Festival tersebut dinilai memberikan kesempatan bagi pelaku usaha bertemu langsung dengan konsumen sekaligus memperkenalkan produk mereka kepada pengunjung.

“Paras Fest merupakan momen yang sangat dinanti-nanti teman-teman UMKM. Tahun kemarin tidak bisa dilaksanakan di Paras, sehingga mereka memang menunggu kapan pendaftaran dibuka,” tuturnya.

Selama festival berlangsung, pemerintah daerah juga melakukan pemantauan terhadap aktivitas UMKM. Salah satu indikator yang dievaluasi adalah perkembangan omzet pelaku usaha yang berjualan di dalam kawasan Paras Perbatasan.

Baca Juga  Polda Kaltara Serahkan 2 Tersangka Kasus Penimbunan BBM Bersubsidi

Sementara bagi pelaku usaha yang berada di luar kawasan kegiatan, pemerintah memberikan sosialisasi terkait batas lokasi dan aturan berjualan selama festival. Pengawasan di lapangan dilakukan bersama petugas keamanan, termasuk Satpol PP.

“Yang rutin kami evaluasi dan kami minta capaian peningkatan omzet selama Festival Paras Perbatasan ini adalah yang ada di dalam area Paras Perbatasan. Untuk yang di luar, kami memberikan sosialisasi dan pemahaman mengenai batas-batas mana yang boleh dan mana yang tidak,” kata Mardiana.

Ia menambahkan, UMKM yang berjualan di dalam kawasan festival juga diwajibkan memenuhi sejumlah ketentuan. Salah satunya memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).

Melalui Paras Fest 2026, Pemkab Nunukan berharap kegiatan daerah tidak hanya menjadi ruang hiburan dan interaksi masyarakat. Festival ini juga diharapkan membuka peluang pasar bagi pelaku UMKM lokal sehingga produk mereka semakin dikenal dan usaha dapat berkembang. (nvl/simpatik/red)

Bagikan

Tinggalkan Balasan