Senam Yameto dan Lukiwol, Tradisi Lokal yang Terus Hidup di Nunukan

oleh -1225 Dilihat
oleh

NUNUKAN, Kaltaraaktual.com- Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Nunukan semakin terasa. Ratusan peserta mengikuti lomba senam Yameto dan Lukiwol yang digelar di Ruang Terbuka Publik (RTP) Paras Perbatasan, Sabtu (3/10/26).

Kegiatan dimulai sekitar pukul 07.30 WITA dengan senam bersama. Setelah itu, peserta dari berbagai jenjang pendidikan hingga kategori umum bergantian menunjukkan kemampuan mereka dalam lomba Yameto dan Lukiwol.

Dua jenis senam tersebut mengangkat unsur budaya lokal. Para peserta tidak hanya dituntut mampu mengikuti gerakan dan irama musik, tetapi juga menunjukkan kekompakan serta kreativitas melalui kostum dan penampilan.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya regu yang ambil bagian. Pada tingkat SD, lomba Yameto diikuti 31 regu dan Lukiwol sebanyak 25 regu.

Kemudian tingkat SMP diikuti 31 regu untuk Yameto dan 22 regu untuk Lukiwol. Sementara tingkat SMA terdapat 16 regu Yameto dan 13 regu Lukiwol.

Baca Juga  Ditbinmas Polda Kaltara Gelar Rakernis Fungsi Teknis Binmas 2025, Perkuat Peran Polisi Penolong

Adapun kategori umum diikuti tujuh regu Yameto dan 15 regu Lukiwol. Setiap regu terdiri dari lima peserta.

Salah satu penampilan yang menarik perhatian datang dari SD Negeri 07 Nunukan. Regu dengan nomor urut 14 itu tampil energik membawakan senam Yameto.

Para peserta mengenakan busana bernuansa motif Dayak. Gerakan yang lincah dan tegas mengikuti irama musik membuat penampilan mereka mendapat perhatian penonton.

Guru SD Negeri 07 Nunukan, Sulastri, mengatakan pihak sekolah telah mempersiapkan peserta selama kurang lebih satu bulan.

“Persiapannya sekitar satu bulan, dari SDN 07 ada dua grup. Grup pertama yang tampil ini mengikuti lomba Yameto dan nantinya juga akan ikut lomba Lukiwol,” kata Sulastri, Sabtu (3/10/26).

Baca Juga  DKISP Nunukan Dorong Peran Pers Sukseskan Pilkada

Menurut Sulastri, persiapan juga mencakup pemilihan kostum yang disesuaikan dengan tema budaya dalam setiap lomba.

Untuk penampilan Lukiwol, pihak sekolah memilih perpaduan warna merah dan kuning yang dinilai sesuai dengan karakter warna budaya Tidung.

“Untuk pakaian peserta juga kami sesuaikan dengan tema Lukiwol yang berasal dari Suku Tidung, identik dengan warna kuning, hijau dan merah. Kami mengambil warna merah dan kuning yang terang,” ujarnya.

Sulastri mengatakan pihaknya menargetkan prestasi dalam lomba tersebut. Namun, dia mengaku tetap bangga melihat keberanian para siswa tampil di hadapan masyarakat.

“Targetnya tentu juara. Tapi melihat anak-anak kami tampil tadi, saya sangat puas karena mereka sudah menampilkan yang terbaik. Soal hasil, itu nanti sesuai keputusan dewan juri,” katanya.

Baca Juga  Empat Titik Pasar Murah Disiapkan, Pemkab Malinau Amankan Kebutuhan Lebaran

Penampilan para peserta dinilai oleh dewan juri dari sejumlah unsur. Mereka di antaranya Munira dari sanggar senam, Iwan dari sanggar tari, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Marlina Puspasari, serta staf Dinas Pariwisata Antonius.Lomba senam Yameto dan Lukiwol menjadi salah satu rangkaian perayaan HUT ke-27 Kabupaten Nunukan. Selain memeriahkan perayaan hari jadi daerah, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pelajar dan masyarakat untuk menampilkan kreativitas sekaligus mengenal budaya lokal.

Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan seni dan budaya daerah kepada generasi muda melalui kegiatan yang dikemas secara menarik dan kompetitif.

Dengan keterlibatan peserta dari tingkat sekolah hingga kategori umum, lomba senam Yameto dan Lukiwol turut memperkuat suasana kebersamaan dalam rangkaian perayaan HUT ke-27 Kabupaten Nunukan. (nvl/simpatik/red)

Bagikan

Tinggalkan Balasan