Bupati Wempi Antusias Ikut Menari Jepen Usai Prosesi Adat Lamaran Suku Tidung Malinau

oleh -52 Dilihat
oleh

MALINAU, Kaltaraaktual.com- Suasana penuh warna mewarnai prosesi adat lamaran pernikahan Suku Tidung atau Beseruan di Kabupaten Malinau. Irama musik tradisional berpadu dengan lantunan pantun adat, menghadirkan nuansa sakral sekaligus hangat. Di tengah prosesi itu, Bupati Malinau Wempi W Mawa tampak larut dalam suasana budaya, bahkan ikut menari Jepen bersama paguyuban Lembaga Adat Besar Suku Tidung Malinau, di Padan Li’u Burung, Malinau, Kamis, (09/10/25).

Dengan senyum hangat, Wempi melangkah mengikuti irama gendang dan petikan biola dan ketimpung tradisional. Gerak tangannya mengikuti penari lain yang mengenakan busana adat berwarna cerah. Tarian Jepen – simbol keramahan dan kebersamaan masyarakat pesisir Kalimantan – seakan menjadi jembatan yang mempererat hubungan antara pemimpin dan rakyatnya.

Baca Juga  Bupati Syarwani Raih TOP Pembina BUMD 2026, Dua BUMD Bulungan Ikut Borong Penghargaan

“Budaya awam memperhatikan budaya, sehingga organisasi-organisasi kesenian harus terus menjaga, melestarikan, dan mengembangkan warisan yang sangat berharga ini,” ujar Wempi seusai acara.

Ia menilai, kekuatan budaya lokal seperti yang ditampilkan masyarakat Tidung harus terus hidup di tengah derasnya arus modernisasi.

“Kalau kita lihat tadi, bukan hanya generasi tua yang hadir, tetapi juga generasi muda yang ikut menampilkan atraksi budaya. Mereka inilah penerus adat dan tradisi kita. Kalau mereka tidak diberi pemahaman yang baik, suatu saat mereka akan kehilangan jati diri budaya yang mereka miliki,” katanya.

Baca Juga  Menutup Hari Desa Nasional, Bupati Wempi Dorong Malinau Bersiap Jadi Tuan Rumah Event Besar 2026

Dalam kesempatan itu, Wempi juga menitipkan pesan kepada sanggar-sanggar seni dan organisasi budaya di Malinau untuk terus menjadi penjaga nilai-nilai adat.

“Mari saya titipkan melalui sanggar-sanggar seni yang ada di tengah masyarakat – terus pelihara dan jaga itu. Sebab budaya adalah kita, dan kita adalah budaya itu sendiri,” ucapnya penuh makna.

Baca Juga  Heboh! Polda Kaltara Geledah Kanwil Bank Kaltimtara di Bulungan

Melalui prosesi Beseruan dan tarian Jepen, masyarakat Tidung di Malinau kembali menegaskan bahwa adat dan budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu. Ia adalah denyut kehidupan – mengajarkan penghormatan, kesetiaan, dan jati diri di tengah perubahan zaman. (**)

Bagikan

Tinggalkan Balasan