Cegah Kenakalan Remaja, Bupati Malinau Edukasi Siswa soal Pergaulan Bebas

oleh -920 Dilihat
oleh
Sumber Foto: SD/Prokompim Malinau

MALINAU, Kaltaraaktual.com- Bupati Malinau Wempi W. Mawa mengingatkan para pelajar agar menjauhi kenakalan remaja, mulai dari pergaulan bebas, minuman keras (miras), hingga penyalahgunaan narkoba. Pesan itu disampaikan saat mengunjungi sekolah di Kabupaten Malinau, Senin (02/11/26).

Dalam kunjungan kerjanya, Wempi menyambangi SDN 001 Malinau Kota dan SMPN 001 Malinau Barat. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) berjalan dengan baik.

Baca Juga  Bupati Malinau Apresiasi Antusiasme 500 Atlet di Turnamen Taekwondo Open Kaltara-Kaltim

Selain memantau aktivitas pendidikan, Wempi juga berdialog langsung dengan para siswa dan guru. Dia ingin mendengar berbagai keluhan maupun kendala yang dihadapi dalam proses pembelajaran di sekolah.

Di hadapan siswa dan tenaga pendidik, Wempi turut memberikan sosialisasi mengenai bahaya kenakalan remaja yang belakangan menjadi perhatian di Kabupaten Malinau.

Menurutnya, pengaruh lingkungan dan pergaulan dapat memberikan dampak besar terhadap masa depan anak-anak. Terlebih, jika mereka mulai terjerumus dalam pergaulan bebas, konsumsi miras, hingga penyalahgunaan narkoba.

Baca Juga  Dorong Bulungan Pelestarian Lingkungan, Denda Administrasi Menanti Perusahaan Nakal

“Anak-anak kita adalah masa depan Malinau. Jangan sampai rusak karena pergaulan bebas, miras dan narkoba. Mari kita jaga bersama,” tegas Wempi.

Dia mengatakan, upaya melindungi generasi muda tidak bisa hanya dibebankan kepada pihak sekolah. Perlu keterlibatan orang tua, guru, dan pemerintah untuk memberikan pengawasan serta pendampingan kepada anak-anak.

Baca Juga  Bupati Bulungan bersama FKKJ Gotong Royong Bangun Daerah

Wempi juga menekankan pentingnya membangun lingkungan pendidikan yang aman dan positif agar para pelajar dapat fokus menuntut ilmu serta mengembangkan potensi diri.

Melalui kunjungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Malinau berharap komunikasi antara pemerintah, pihak sekolah, dan peserta didik semakin terjalin. Dengan begitu, berbagai persoalan pendidikan maupun ancaman kenakalan remaja dapat diantisipasi sejak dini. (prokompim/sd/red)

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan