NUNUKAN, Kaltaraaktual.com- Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Nunukan memperkuat kapasitas kader kesehatan melalui pelatihan dalam program Gerakan Keluarga Sehat, Tanggap dan Tangguh Bencana (GKSTTB).
Pelatihan yang digelar Pokja IV TP PKK Nunukan tersebut berlangsung di Lantai 4 Kantor Bupati Nunukan, Kamis (24/9/26). Kegiatan dibuka Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Nunukan, Susanti.
Pelatihan berlangsung selama dua hari, yakni 24-25 September 2026. Empat narasumber dihadirkan untuk memberikan materi seputar kesehatan keluarga dan kesehatan remaja.
Sejumlah materi yang diberikan antara lain dampak pernikahan usia anak terhadap kesehatan remaja, ibu dan anak, gizi seimbang, konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), kesehatan reproduksi remaja, hingga komunikasi efektif bagi kader.
Susanti mengatakan kader kesehatan memiliki posisi penting karena bersentuhan langsung dengan keluarga dan masyarakat.
“Peran kader tidak hanya terbatas pada kegiatan Posyandu, tetapi juga memberikan edukasi, menggerakkan masyarakat, melakukan pemantauan sederhana, serta membantu menghubungkan masyarakat dengan pelayanan kesehatan,” kata Susanti.
Menurutnya, peningkatan kapasitas kader diperlukan untuk mendukung pembangunan kesehatan berbasis masyarakat. Pengetahuan yang diperoleh dalam pelatihan diharapkan dapat diterapkan sesuai kondisi di masing-masing wilayah.
Susanti meminta kader memberi perhatian terhadap sejumlah persoalan kesehatan di masyarakat. Di antaranya kesehatan ibu dan anak, kesehatan reproduksi remaja, gizi seimbang, pencegahan anemia melalui konsumsi TTD, hingga pencegahan pernikahan usia anak.
Selain itu, kader diharapkan mampu melakukan pemantauan terhadap pertumbuhan dan perkembangan balita.
Susanti juga menekankan pentingnya kemampuan komunikasi. Menurutnya, informasi kesehatan akan lebih mudah diterima jika disampaikan menggunakan bahasa sederhana dan menyesuaikan kondisi masyarakat setempat.
“Informasi kesehatan perlu disampaikan dengan bahasa yang sederhana, mudah dipahami, dan disesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat,” ujarnya.
Ia menjelaskan GKSTTB menempatkan keluarga sebagai bagian penting dalam membangun masyarakat yang sehat, tanggap, dan tangguh. Karena itu, program tersebut membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.
Kolaborasi melibatkan TP PKK, pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, Puskesmas, Posyandu, kader kesehatan, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga keluarga dan masyarakat.
Susanti berharap pelatihan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan kader. Ia mendorong peserta menerapkan materi yang diperoleh sekaligus menjadi penggerak kesehatan di lingkungannya.
“Jadilah kader yang hadir di tengah masyarakat, mendengar kebutuhan masyarakat, memberikan edukasi dengan keteladanan, dan menggerakkan keluarga untuk hidup sehat,” pesannya.
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari Pilot Project GKSTTB Program Peduli Kesehatan Keluarga Kabupaten Nunukan Tahun 2026. Kegiatan diharapkan memperkuat peran kader sebagai ujung tombak pemberdayaan masyarakat dan mendukung peningkatan kualitas kesehatan keluarga di Nunukan. (mdn/*hm/simpatik/red)



