TANJUNG SELOR, Kaltaraaktual.com- Kesempatan bagi pelajar berprestasi di Kalimantan Utara (Kaltara) untuk menempuh pendidikan di SMA Unggul Garuda masih terbuka. Pemerintah resmi memperpanjang masa pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2026 karena kuota yang disediakan belum sepenuhnya terpenuhi.
Sekretaris Daerah Provinsi Kaltara, Denny Harianto, mengatakan pendaftaran sebenarnya telah dibuka sejak beberapa waktu lalu. Namun jumlah pendaftar masih berada di bawah target 200 siswa yang disiapkan pada tahap awal.
“Pendaftarannya sudah dibuka sebelumnya, tetapi karena kuota 200 siswa belum terpenuhi, maka dilakukan perpanjangan waktu. Harapannya dengan tambahan waktu ini jumlah pendaftar bisa meningkat,” kata Denny, Jumat (06/03/26).
Ia mengaku belum menerima data terbaru terkait jumlah kekurangan kuota. Namun dipastikan jumlah pendaftar saat ini masih belum mencapai target yang telah ditetapkan.
“Saya belum mendapat data pasti terkait berapa kekurangannya, tetapi yang jelas jumlahnya masih di bawah target,” ujarnya.
Menurut Denny, kehadiran SMA Unggul Garuda menjadi peluang besar bagi putra-putri terbaik Kaltara untuk mendapatkan pendidikan berkualitas sekaligus mengembangkan potensi akademik dan kepemimpinan.
“Sekolah ini dipersiapkan untuk melahirkan generasi unggul. Kami ingin memberikan ruang bagi anak-anak terbaik daerah agar bisa berkembang dan menunjukkan kemampuan mereka di tingkat yang lebih tinggi,” jelasnya.
Di sisi lain, pembangunan infrastruktur sekolah juga terus berjalan. Pemerintah menargetkan tahap awal pembangunan dapat rampung pada Juni 2026.
Denny mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari kementerian terkait hingga pemerintah daerah, untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana.
“Kami sudah bertemu dengan Kemendiktisaintek, pihak ketiga yang menangani pembangunan, serta Pemerintah Kabupaten Bulungan. Semua pihak bersama-sama membahas progres pembangunan sekolah ini,” tuturnya.
Pada tahap awal, pembangunan difokuskan pada lahan sekitar enam hektare dari total area yang tersedia. Fasilitas utama yang akan dibangun meliputi gedung sekolah dan asrama.
“Untuk tahap pertama sekitar enam hektare yang mulai dikerjakan, termasuk fasilitas utama seperti gedung sekolah dan asrama,” katanya.
SMA Unggul Garuda akan menerapkan konsep boarding school atau sekolah berasrama, sehingga para siswa akan tinggal di lingkungan sekolah selama masa pendidikan.
“Dengan sistem asrama, pembinaan akademik maupun karakter siswa bisa dilakukan secara lebih intensif,” tambahnya.
Terkait pendanaan, Denny memastikan pembangunan sekolah tersebut sepenuhnya dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sementara pemerintah daerah hanya menyiapkan lahan pembangunan.
“Secara teknis pembangunannya dari APBN. Pemerintah daerah hanya menyiapkan lahannya saja,” ungkapnya.
Meski pembangunan fisik belum sepenuhnya rampung, kegiatan belajar mengajar ditargetkan tetap dapat dimulai tahun ini. Tenaga pengajar pun disebut telah dipersiapkan.
“Guru-gurunya sudah disiapkan. Sambil menunggu fasilitas selesai, kemungkinan akan ada mekanisme sementara, misalnya menyewa tempat agar proses pendidikan tetap berjalan,” katanya.
Ia berharap pelajar berprestasi di Kaltara dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melanjutkan pendidikan di sekolah unggulan itu.
“Ini peluang bagus bagi anak-anak terbaik Kaltara untuk mendapatkan pendidikan berkualitas dan menjadi bagian dari generasi unggul yang akan membawa daerah dan bangsa ke arah yang lebih baik,” pungkasnya. (*Iwn/rdrtarakan/red)


