NUNUKAN, Kaltaraaktual.com– Musyawarah Cabang (Muscab) VI Badan Pengurus Cabang (BPC) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI) Kabupaten Nunukan menetapkan Ahmad Fauzi sebagai Ketua BPC GAPENSI Kabupaten Nunukan masa bakti 2026–2031.
Keputusan tersebut dihasilkan dalam Muscab VI yang berlangsung di Hotel Lenflin, Nunukan, Senin (06/07/26). Forum lima tahunan itu menjadi momentum konsolidasi organisasi, evaluasi kepengurusan, penyusunan program kerja, sekaligus pemilihan pengurus baru.
Ahmad Fauzi dipercaya memimpin organisasi pelaku jasa konstruksi di Kabupaten Nunukan bersama jajaran pengurus yang terdiri atas Firman sebagai Wakil Ketua, Sulkarnain sebagai Sekretaris, dan Surya sebagai Bendahara.
Dalam keterangannya, Ahmad Fauzi mengatakan tema Muscab kali ini, “Mendorong Kemampuan Sumber Daya Anggota guna Mewujudkan Pelaku Jasa Konstruksi yang Kokoh, Handal dan Profesional”, menjadi komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas anggota GAPENSI.
“Melalui Muscab ini kami ingin memperkuat organisasi, meningkatkan profesionalisme anggota, sekaligus memperbesar kontribusi GAPENSI dalam mendukung pembangunan daerah,” kata Ahmad Fauzi.
Muscab VI diikuti 37 anggota yang terdiri dari peserta penuh dan peserta peninjau. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Pemerintah Kabupaten Nunukan, Forkopimda, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Nunukan, jajaran BPD GAPENSI Kalimantan Utara, tokoh masyarakat, serta para undangan.
Mewakili Bupati Nunukan, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Juni Mardiansyah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Muscab VI GAPENSI. Menurutnya, GAPENSI memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam mendukung pembangunan infrastruktur di daerah.
“Pemerintah Kabupaten Nunukan berharap Muscab ini menghasilkan kepengurusan yang solid, amanah, dan mampu memperkuat sinergi dengan pemerintah demi percepatan pembangunan daerah,” ujarnya.
Di bawah kepemimpinan Ahmad Fauzi, GAPENSI Nunukan diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pelaku jasa konstruksi, memperkuat daya saing anggota, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang berkualitas, berintegritas, dan berkelanjutan di Kabupaten Nunukan. (***)







