Pesan Tegas Sekda Ernes untuk Anak Muda Malinau: Jangan Rusak Masa Depan Sendiri

oleh -1024 Dilihat
oleh
Sumber Foto: jms-prokompim Malinau

MALINAU, KaltaraAktual.com- Suasana Doa Rosario Orang Muda Katolik (OMK) St. Stefanus di Gereja Katolik Respen, Desa Respen Tubu, Selasa (12/05/26), mendadak terasa lebih serius ketika Sekretaris Daerah Malinau, Ernes Silvanus, hadir membawa pesan keras bagi generasi muda.

Di hadapan puluhan remaja dan kaum muda Katolik, Sekda Ernes tak sekadar memberi sambutan formal. Ia memilih berbicara blak-blakan soal ancaman pergaulan bebas, pernikahan usia dini, narkoba, hingga judi online yang dinilainya semakin dekat dengan kehidupan anak muda saat ini.

Menurutnya, banyak remaja belum menyadari bahwa keputusan yang dianggap “sekadar coba-coba” justru bisa menghancurkan masa depan mereka sendiri.

“Jangan sampai hanya karena keinginan sesaat, masa depan yang panjang akhirnya hancur. Masih ada sekolah, kuliah, cita-cita, dan kehidupan yang harus diperjuangkan,” kata Sekda Ernes di hadapan peserta OMK.

Baca Juga  Jembatan Mangkrak di Ujung Negeri: Puluhan Miliar Menguap, Harapan Warga Ikut Terkubur!

Ia menilai pergaulan bebas kini bukan lagi persoalan kecil, melainkan ancaman serius yang harus menjadi perhatian keluarga, sekolah, dan gereja secara bersama-sama.

Sekda Ernes bahkan mengaitkan persoalan tersebut dengan tingginya kasus stunting di Kabupaten Malinau. Menurutnya, salah satu faktor yang memicu stunting adalah pernikahan usia dini yang masih terjadi di kalangan remaja.

Ia menyebut banyak anak menikah di usia sangat muda karena minim pengawasan, lemahnya edukasi, dan pengaruh lingkungan pergaulan yang tidak sehat.

“Anak usia 10 sampai 18 tahun seharusnya fokus belajar dan membangun masa depan, bukan malah terjebak dalam keputusan besar yang belum siap mereka tanggung,” ujarnya.

Baca Juga  Bandar Udara Juwata Tarakan Kembali Naik Kelas Jadi Internasional

Tak hanya itu, Sekda Ernes juga menyoroti derasnya pengaruh media sosial dan teknologi yang membuka akses luas terhadap perilaku negatif. Mulai dari narkoba, judi online, hingga perilaku seksual bebas disebutnya kini semakin mudah menjangkau anak-anak muda.

Karena itu, ia menekankan pentingnya benteng moral yang dimulai dari rumah. Menurutnya, orang tua memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan memberi pengawasan terhadap anak-anak mereka.

“Pendidikan pertama itu dari keluarga. Kalau pondasi di rumah kuat, anak-anak tidak mudah terbawa arus lingkungan yang salah,” katanya.

Dalam penyampaiannya, Sekda Ernes juga mengingatkan kaum muda agar tidak terburu-buru menjalin hubungan yang berisiko merusak masa depan. Ia menegaskan bahwa cinta yang sehat tidak akan memaksa seseorang melakukan hal-hal yang belum waktunya.

Baca Juga  Bupati Tana Tidung Tekankan Efektivitas Anggaran Lewat Coffee Morning

Menutup arahannya, Sekda Ernes mengajak para anggota OMK tetap aktif dalam kegiatan gereja dan memilih lingkungan pergaulan yang membawa pengaruh positif.

Baginya, menjaga iman bukan hanya soal ibadah, tetapi juga tentang bagaimana anak muda menentukan arah hidup, memilih pasangan, hingga membangun masa depan keluarga yang baik.

“Kehadiran di lingkungan gereja adalah langkah yang benar. Dari iman, kita belajar menjaga hidup, memilih jalan yang baik, dan membangun masa depan yang benar,” tutupnya. (diskominfo/red)

Tinggalkan Balasan