Sawit Masih Jadi Andalan Ekonomi, Ladullah Harap Harga Kembali Stabil

oleh -1613 Dilihat
oleh

NUNUKAN, KaltaraAktual.com- Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Kalimantan Utara (Kaltara), Ladullah, menilai penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit mulai memberi tekanan terhadap kondisi ekonomi masyarakat di sejumlah daerah penghasil sawit di Kalimantan Utara.

Menurutnya, komoditas sawit masih menjadi sumber penghasilan utama bagi banyak warga, terutama petani dan pekerja perkebunan di wilayah Kabupaten Nunukan, Malinau, hingga Tana Tidung. Karena itu, ia berharap harga sawit bisa kembali mengalami kenaikan agar aktivitas ekonomi masyarakat kembali stabil.

Baca Juga  ASN Kaltara Diminta Adaptif dan Produktif di Tengah Tantangan Fiskal Daerah

“Kalau harga sawit turun, otomatis pendapatan masyarakat juga ikut terdampak. Daya beli warga ikut melemah karena sebagian besar ekonomi daerah masih bergantung pada sektor perkebunan,” ujar Ladullah, Jumat (29/05/26).

Anggota DPRD Kaltara dari daerah pemilihan Nunukan itu mengatakan fluktuasi harga sawit bukan hanya dirasakan oleh petani, tetapi juga berimbas pada sektor usaha kecil dan aktivitas perdagangan di daerah.

Baca Juga  Antisipasi Kelangkaan BBM, Rismanto Ingatkan Distribusi ke Nunukan Jangan Terlambat

Ia menilai, ketika harga sawit berada dalam kondisi baik, perputaran uang di tingkat masyarakat ikut meningkat. Sebaliknya, penurunan harga membuat penghasilan warga ikut berkurang sehingga berdampak terhadap roda perekonomian daerah.

Selain berharap adanya perbaikan harga, Ladullah juga meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait memperkuat pengawasan terhadap tata niaga sawit agar harga yang diterima petani tetap sesuai dan tidak merugikan masyarakat.

Baca Juga  Gubernur Zainal Resmi Buka KIF 2026, Kaltara Bidik Investasi Pariwisata dan Hilirisasi

Menurutnya, sektor perkebunan sawit masih menjadi salah satu penggerak utama ekonomi Kalimantan Utara sehingga perlu perhatian serius, baik dari sisi kebijakan maupun perlindungan terhadap petani.

Ia berharap kondisi pasar dan kebijakan pemerintah ke depan mampu mendorong harga sawit kembali membaik sehingga kesejahteraan masyarakat di daerah penghasil sawit dapat tetap terjaga.

Bagikan

Tinggalkan Balasan