TANJUNG SELOR, Kaltaraaktual.com- Sektor perikanan di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), diproyeksikan terus tumbuh pada 2026. Pemerintah Kabupaten Bulungan menargetkan pertumbuhan sektor ini mencapai 5,49 persen, didorong peningkatan produksi budidaya tambak hingga perikanan tangkap.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bulungan mengatakan sektor perikanan masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah setelah sektor pertambangan dan konstruksi.
“Pertumbuhan sektor perikanan ditargetkan tumbuh 5,49 persen untuk tahun 2026,” kata Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bulungan, H. Syam Hendarsyah, Senin, (07/09/26).
Ia menjelaskan, kontribusi sektor perikanan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bulungan berada di kisaran 13-15 persen. Angka tersebut menjadikan perikanan sebagai subsektor terbesar dalam kelompok pertanian, kehutanan, dan perikanan.
Udang Windu Jadi Komoditas Unggulan
Pemkab Bulungan menilai kawasan Delta Sungai Kayan, khususnya di Kecamatan Tanjung Palas Tengah dan Tanjung Palas Utara, masih menjadi sentra utama budidaya tambak. Wilayah itu menghasilkan udang windu, udang vaname, dan kepiting bakau.
Udang windu menjadi komoditas unggulan karena dibudidayakan secara tradisional di kawasan tambak organik. Komoditas ini memiliki nilai jual tinggi berkat ukuran yang besar dan kualitas daging yang dinilai diminati pasar ekspor.
Selain itu, kepiting bakau juga menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi. Ekosistem mangrove yang masih terjaga di Bulungan mendukung produksi kepiting hasil tangkapan maupun pembesaran.
Sentra Perikanan Tersebar di Sejumlah Kecamatan
Selain kawasan tambak Delta Kayan, aktivitas perikanan juga tersebar di beberapa wilayah lain. Kecamatan Bunyu menjadi sentra perikanan tangkap dengan hasil ikan pelagis seperti tenggiri, tongkol, dan udang laut.
Sementara Tanjung Palas Timur dikenal sebagai kawasan perikanan pesisir dengan komoditas kakap, bawal laut, hingga rumput laut. Adapun wilayah Sekatak dan Tanjung Selor mengandalkan perikanan perairan umum Sungai Kayan, seperti udang galah, patin, dan jelawat.
Pemerintah daerah juga melihat keberadaan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi membuka peluang pasar yang lebih luas bagi hasil perikanan Bulungan.
Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, Dinas Perikanan akan memperkuat penyediaan benih berkualitas, meningkatkan sertifikasi tambak ramah lingkungan, serta mendorong pengembangan sarana pengolahan hasil perikanan agar nilai tambah produk semakin meningkat. ((jm/red)


