Wakapolda Kaltara Pantau Langsung Rikkes Tahap I Seleksi Polri 2026

oleh -28 Dilihat
oleh

TANJUNG SELOR, KaltaraAktual.com- Wakapolda Kalimantan Utara, Brigjen Pol. Gol. Yusuf meninjau langsung pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) Tahap I dalam rangka Seleksi Penerimaan Terpadu Calon Anggota Polri T.A. 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kecamatan Tanjung Selor ini diikuti oleh para calon Taruna/i Akpol, Bintara, dan Tamtama Polri. Selasa (14/04/26).

Dalam kunjungannya, Wakapolda memastikan bahwa seluruh tahapan seleksi berjalan sesuai dengan prinsip yang telah diterapkan, yakni prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis). Hal ini dilakukan untuk menjamin bahwa putra-putri terbaik Kalimantan Utara mendapatkan kesempatan yang adil untuk bergabung menjadi bagian dari Korps Bhayangkara.

Baca Juga  Iman, Persaudaraan, dan Masa Depan Malinau

Kegiatan ini tidak hanya dilakukan oleh tim medis profesional, tetapi juga dipantau secara ketat oleh pengawas internal.

– Bid Propam Polda Kaltara: Mengawasi kedisiplinan dan prosedur personel di lapangan.

– Itwasda Polda Kaltara: Memastikan aspek akuntabilitas dan transparansi proses verifikasi data serta hasil pemeriksaan.

“Kami ingin memastikan bahwa tidak ada celah bagi kecurangan. Semua berjalan secara adil dan jujur agar menghasilkan personel Polri yang berkualitas sejak tahap awal,” ujar Brigjen Pol. Yusuf di sela-sela peninjauan.

Baca Juga  Iktirad SMSI Kaltara Tahun 2024

Pada tahap awal ini, para peserta menjalani serangkaian tes fisik yang mendalam untuk mengukur standar kesehatan dasar. Rangkaian pemeriksaan tersebut meliputi:

1. Komposisi Tubuh: Pengukuran tinggi badan (TB), berat badan (BB), dan postur tubuh (PLT) untuk memastikan kesesuaian fisik.

2. Tekanan Darah: Pemeriksaan kondisi kardiovaskular dasar.

3. Kesehatan Gigi dan Mulut: Pengecekan kondisi karies, struktur rahang, dan kesehatan mulut secara umum.

4. Tes Buta Warna & Visus Mata: Uji ketajaman penglihatan untuk memastikan fungsi mata bekerja optimal.

Baca Juga  Pemkab Nunukan Raih Penghargaan Tertinggi Pelayanan Publik dengan Nilai 92,19 dari Ombudsman RI

5. Pemeriksaan Bedah: Deteksi adanya bekas luka operasi, varises, hingga kelainan fisik lainnya yang dapat menghambat tugas kepolisian.

6. Pendalaman: Tahap akhir verifikasi medis untuk mengonfirmasi temuan selama pemeriksaan.

Dengan pengawasan langsung dari pimpinan Polda Kaltara, diharapkan proses rekrutmen tahun ini dapat melahirkan calon-calon anggota Polri yang memiliki ketahanan fisik prima dan mentalitas yang kuat untuk melayani masyarakat Kalimantan Utara di masa depan. (hmspoldakaltara)

Bagikan

Tinggalkan Balasan