Arpiah Suarakan Layanan Air Bersih di Sei Fatimah, 4 RT Belum Tersentuh Jaringan

oleh -1613 Dilihat
oleh

NUNUKAN, KaltaraAktual.com- DPRD Kabupaten Nunukan menyoroti belum meratanya layanan air bersih di wilayah Sei Fatimah. Hingga kini, masih terdapat sejumlah kawasan yang belum terjangkau jaringan distribusi air bersih dari Perumda Air Minum Tirta Taka Nunukan.

Wakil Ketua I DPRD Nunukan, Arpiah, mengungkapkan sedikitnya empat rukun tetangga (RT) di wilayah tersebut belum mendapatkan akses air bersih yang memadai. Padahal, warga disebut telah lama mengajukan permohonan layanan, namun belum juga terealisasi.

Baca Juga  Andi Muliono Sampaikan Pentingnya Lindungi Hak Perempuan dan Anak di Nunukan

“Sekitar empat RT sudah cukup lama mengajukan ke PDAM. Warga bahkan sudah beberapa kali diminta tanda tangan, tetapi hingga kini belum terealisasi,” ujar Arpiah belum lama ini.

Menindaklanjuti hal itu, DPRD Nunukan telah berkoordinasi dengan pihak Perumda Air Minum Tirta Taka. Dari hasil koordinasi tersebut, diketahui bahwa belum tersedianya saluran utama menjadi salah satu kendala utama, terutama karena persoalan lahan yang akan dilalui jaringan distribusi air.

Baca Juga  Aspirasi Berulang di Musrenbang, Jalan Strategis Sebatik Induk Belum Tersentuh

“Sudah kami koordinasikan, dan keterangannya memang belum ada saluran utama karena terkendala lahan yang dilewati,” jelasnya.

Selain persoalan lahan, keterbatasan anggaran juga menjadi hambatan dalam pembangunan jaringan distribusi air bersih di wilayah tersebut. Kondisi ini dinilai memperlambat upaya pemerataan layanan air bersih bagi masyarakat Sei Fatimah.

“Informasi terakhir, pembangunan saluran utama sebenarnya sudah direncanakan. Namun, kembali tertunda karena keterbatasan anggaran,” tambahnya.

Baca Juga  Maksimalkan Alam dan Budaya, Hj Rahmawati Optimistis Wisata Kaltara Bisa Bersaing

Arpiah menilai, Perumda Air Minum Tirta Taka seharusnya dapat lebih proaktif berkoordinasi dengan DPRD Nunukan, khususnya ketika menghadapi kendala anggaran. Menurutnya, persoalan tersebut bisa dicarikan solusi melalui pokok pikiran (pokir) DPRD dengan mendorong pengalokasian anggaran dalam APBD untuk pembangunan jaringan air bersih.

Ia berharap, ke depan distribusi air bersih dapat segera menjangkau seluruh wilayah Sei Fatimah agar kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi secara merata. (why/red/*)

Bagikan

Tinggalkan Balasan