TANJUNG SELOR, Kaltaraaktual.com- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalimantan Utara (Kaltara) terus memperkuat sinkronisasi program kerja dengan arah kebijakan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH-BPLH) periode 2025–2029. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mendukung pencapaian target pembangunan nasional di bidang lingkungan hidup sekaligus memastikan pembangunan daerah berjalan secara berkelanjutan.
Kepala DLH Kaltara Hairul Anwar, mengatakan penyelarasan kebijakan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah di menjadi bagian penting dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan hidup yang lebih efektif. Menurutnya, setiap program yang dijalankan di daerah harus mampu mendukung visi nasional sekaligus menjawab tantangan lingkungan yang dihadapi Kaltara.
“Visi pembangunan lingkungan hidup yang lestari menuju Indonesia Emas 2045 menjadi pedoman bagi kami dalam menyusun berbagai program di daerah. Tujuannya adalah menciptakan pembangunan yang tetap menjaga keberlanjutan lingkungan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat saat ini maupun generasi yang akan datang,” ujar Hairul. Senin, (03/08/26)
Ia menjelaskan, Kementerian Lingkungan Hidup menetapkan sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian nasional, di antaranya perubahan iklim, pencemaran lingkungan, pengelolaan sampah dan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), serta perlindungan keanekaragaman hayati akibat ancaman deforestasi dan alih fungsi lahan. Seluruh isu tersebut juga menjadi fokus DLH Kaltara dalam menyusun rencana strategis lima tahun ke depan.
Menurut Hairul, Kaltara memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar, mulai dari kawasan hutan tropis, ekosistem mangrove, lahan gambut, hingga potensi pesisir dan laut. Potensi tersebut harus dikelola secara bijaksana agar mampu memberikan manfaat ekonomi tanpa mengurangi fungsi ekologisnya.
“Kami memiliki tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan. Pemanfaatan sumber daya alam harus dilakukan secara bijaksana agar tidak menimbulkan kerusakan yang berdampak pada masyarakat maupun ekosistem,” katanya.
Selain memperkuat kebijakan pengelolaan lingkungan, DLH Kaltara juga akan terus mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam berbagai program pelestarian lingkungan. Edukasi kepada masyarakat, penguatan peran pemerintah kabupaten dan kota, serta kolaborasi dengan dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program lingkungan hidup.
Hairul menambahkan, penerapan konsep ekonomi hijau juga menjadi salah satu prioritas yang akan terus dikembangkan di Kalimantan Utara. Konsep tersebut diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan melalui pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan, pengurangan emisi gas rumah kaca, serta pengelolaan limbah yang lebih baik.
“Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat menjadi kunci dalam mencapai target pembangunan lingkungan hidup secara nasional. Dengan sinergi yang kuat, kami optimistis berbagai tantangan lingkungan dapat diatasi secara bertahap,” pungkasnya. (*)

