TANJUNG SELOR, Kaltaraaktual.com- Dinas Perikanan Kabupaten Bulungan menyoroti persoalan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang masih menjadi hambatan utama bagi nelayan tradisional di wilayah pesisir. Pemerintah daerah kini menyiapkan langkah strategis agar nelayan lebih mudah mendapatkan kuota BBM subsidi demi menekan biaya operasional melaut.
Kepala Dinas Perikanan Bulungan H. Syam Hendarsyah mengatakan kondisi ekonomi nelayan aktif sepanjang 2026 relatif stabil dan menunjukkan tren membaik. Peningkatan permintaan hasil laut seiring berkembangnya kawasan pesisir Kalimantan Utara turut berdampak positif terhadap pendapatan nelayan.
Namun, menurutnya, peningkatan tersebut belum sepenuhnya dirasakan nelayan tradisional karena tingginya biaya melaut, terutama untuk membeli BBM.
“Secara umum kondisi ekonomi nelayan cukup baik, tetapi persoalan BBM masih menjadi keluhan paling banyak disampaikan nelayan. Biaya operasional mereka masih tinggi,” kata Syam Hendarsyah di Tanjung Selor.
Syam menjelaskan keterbatasan jangkauan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPDN) di sejumlah wilayah pesisir membuat banyak nelayan harus membeli BBM eceran dengan harga yang jauh di atas harga eceran tertinggi (HET).
“Akibatnya, biaya melaut meningkat dan keuntungan yang diperoleh nelayan menjadi berkurang,” urainya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinas Perikanan Bulungan tengah memfasilitasi nelayan agar memperoleh kuota BBM bersubsidi sesuai ketentuan. Pendataan nelayan terus dilakukan agar distribusi BBM subsidi tepat sasaran.
Selain itu, pemerintah juga mendorong penguatan koperasi nelayan sebagai jalur distribusi dan pengelolaan kebutuhan BBM di tingkat kelompok nelayan.
“Melalui pendataan dan koperasi nelayan, kami ingin memastikan akses BBM subsidi lebih mudah dijangkau sehingga nelayan tidak lagi bergantung pada BBM eceran yang harganya lebih mahal,” jelasnya.
Pemkab Bulungan optimistis penataan distribusi BBM bersubsidi yang dipadukan dengan penguatan koperasi nelayan dapat memotong rantai tata niaga yang selama ini membebani nelayan. Langkah itu diharapkan mampu meningkatkan pendapatan riil dan kesejahteraan nelayan pesisir di Kabupaten Bulungan. (jm/red)


