TANJUNG SELOR, Kaltaraaktual.com- Upaya memperkuat sektor perikanan budidaya dan ketahanan pangan masyarakat pedesaan terus dilakukan. Kali ini, fasilitas Keramba Jaring Apung (KJA) lengkap dengan ribuan benih ikan nila disalurkan ke Desa Wonomulyo (SP3), Kecamatan Tanjung Palas Timur.
Langkah ini diharapkan dapat memicu pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memanfaatkan potensi perairan desa secara optimal melalui budidaya ikan tawar yang produktif.
Program bantuan ini mencakup pembangunan empat petak keramba jaring apung yang siap pakai, lengkap dengan penyaluran 4.000 ekor benih ikan nila siap sebar.
“Jadi kita buat keramba jaring apung di Desa Wonomulyo SP3 Kecamatan Tanjung Palas Timur lengkap dengan benihnya sebanyak 4.000 ekor. Kita ada buat empat petak di keramba,” ujar Kabid Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Bulungan, Syamtidar Noor, (25/09/26).
Pemilihan ikan nila sebagai komoditas utama dalam program ini didasarkan pada tingkat kelangsungan hidup yang tinggi serta daya tahan ikan terhadap perubahan kondisi lingkungan. Selain itu, nilai ekonomis dan permintaan pasar lokal terhadap ikan nila terbilang stabil dan tinggi.
Dengan kapasitas empat petak keramba, pengelolaan budidaya secara berkelanjutan diproyeksikan mampu menghasilkan panen yang optimal. Setiap petak diisi dengan kepadatan tebar yang terukur guna menjaga sirkulasi oksigen dan tingkat pertumbuhan ikan.
Melalui penyediaan sarana fisik dan benih secara sekaligus, pembudidaya lokal di Desa Wonomulyo tidak hanya mendapatkan bantuan infrastruktur, tetapi juga kepastian operasional awal budidaya.
Pemerintah daerah berharap fasilitas KJA ini dapat dikelola dengan baik oleh kelompok pembudidaya lokal, sehingga hasil panennya kelak dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar serta mendukung suplai gizi dan protein hewani bagi warga Tanjung Palas Timur dan sekitarnya. (jm)







