TANJUNG SELOR, KaltaraAktual.com- Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kembali menyoroti persoalan sampah plastik yang dinilai masih menjadi ancaman serius bagi lingkungan.
Volume limbah plastik disebut terus meningkat, baik dari aktivitas rumah tangga maupun sektor usaha.
Kepala DLH Kaltara, Hairul Anwar, mengatakan sampah plastik menjadi salah satu jenis limbah yang paling sulit ditangani karena membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai secara alami.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah daerah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak mulai dari pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, hingga masyarakat.
“Persoalan sampah plastik ini memang serius karena proses penguraiannya sangat lama, bahkan bisa mencapai ratusan tahun. Karena itu perlu kerja bersama semua pihak,” ujar Hairul, Selasa, (19/05/26).
Ia menjelaskan, isu sampah plastik kini menjadi perhatian di berbagai daerah di Indonesia. Kondisi itu mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat koordinasi dalam upaya pengurangan dan pengelolaan sampah. DLH Kaltara, kata dia, berperan sebagai koordinator dalam pengendalian sampah di tingkat provinsi.
Sementara penanganan teknis di lapangan tetap melibatkan pemerintah kabupaten dan kota.
Selain melakukan koordinasi terkait pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA), DLH juga terus mendorong sosialisasi pengurangan penggunaan plastik sekali pakai kepada masyarakat.
Hairul mengungkapkan, sampah plastik dan limbah kaleng masih menjadi jenis sampah yang paling banyak ditemukan menumpuk di sejumlah lokasi.
“Koordinasi terus kami lakukan bersama kabupaten dan kota, terutama terkait kesiapan pengelolaan sampah dan fasilitas TPA,” katanya.
Meski berbagai langkah sudah dijalankan, ia mengakui penanganan sampah di Kaltara masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan sarana pendukung hingga minimnya kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah.
DLH Kaltara, lanjutnya, akan terus memperkuat kolaborasi lintas daerah dan meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar pengurangan sampah plastik dapat berjalan lebih efektif di masa mendatang. (iy/red)







