TANJUNG SELOR, Kaltaraaktual.com- Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) H. Denny Harianto membuka audiensi dan sosialisasi calon pensiun Aparatur Sipil Negara (ASN) periode 2027, Rabu (7/10/26).
Kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada ASN yang akan memasuki masa purna tugas mengenai berbagai persiapan, baik dari sisi administrasi maupun kehidupan setelah pensiun.
Mewakili Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang, Denny menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir serta pihak PT Taspen yang turut mendukung kegiatan tersebut.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, saya menyampaikan selamat datang dan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir,” ujar Denny dalam sambutannya.
Menurut Denny, masa pensiun tidak semestinya dipandang sekadar sebagai berakhirnya masa kerja seorang ASN. Pensiun, kata dia, merupakan fase baru yang membutuhkan persiapan secara matang.
Ia menilai kegiatan sosialisasi tersebut tidak hanya bersifat administratif atau sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi menjadi sarana strategis untuk memberikan pemahaman kepada calon pensiunan.
“Bagi seorang ASN, masa pensiun bukan sekadar berakhirnya masa kerja. Kegiatan ini bukan hanya kegiatan administratif, tetapi juga sarana strategis untuk memberikan pemahaman yang lebih utuh kepada para calon pensiunan mengenai berbagai hal yang perlu dipersiapkan menjelang purna tugas,” katanya.
Denny juga menyampaikan penghargaan kepada ASN yang selama bertahun-tahun telah mengabdikan tenaga, pikiran, waktu, loyalitas, dan dedikasinya dalam menjalankan tugas pemerintahan serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Ia menegaskan kontribusi para ASN tersebut menjadi bagian penting dalam pembangunan Provinsi Kaltara.
“Pengabdian Bapak dan Ibu tentu tidak dapat diukur hanya dari lamanya masa kerja. Setiap tugas dan tanggung jawab yang telah diberikan merupakan bagian dari pilar pembangunan Provinsi Kalimantan Utara,” ucapnya.
Denny mengingatkan para calon pensiunan agar mempersiapkan diri sejak dini. Persiapan tersebut tidak hanya berkaitan dengan administrasi kepegawaian, tetapi juga kesehatan fisik dan mental serta perencanaan kehidupan setelah purna tugas.
Ia meminta peserta memanfaatkan kegiatan sosialisasi untuk memperoleh informasi secara langsung, mengajukan pertanyaan, hingga berkonsultasi dengan pihak yang memiliki kompetensi.
Berbagai hal seperti persyaratan, kelengkapan dokumen, prosedur pengurusan pensiun, penerbitan surat keputusan pensiun hingga hak-hak yang diperoleh setelah memasuki masa purna tugas perlu dipahami sejak awal.
“Saya mengingatkan kepada seluruh calon pensiun untuk segera melakukan pemutakhiran data dan mempersiapkan kelengkapan dokumen yang diperlukan,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Kaltara, lanjut Denny, akan terus memperkuat koordinasi dengan instansi terkait, termasuk BKD dan PT Taspen, agar pelayanan administrasi serta pemenuhan hak ASN yang memasuki masa pensiun dapat berjalan profesional dan optimal.
Denny kemudian menitipkan pesan kepada para calon pensiunan agar tidak menganggap purna tugas sebagai akhir dari pengabdian.
Menurutnya, pengalaman, pengetahuan, keterampilan, dan jaringan yang diperoleh selama menjadi ASN merupakan modal berharga yang tetap dapat dimanfaatkan untuk memberikan manfaat kepada keluarga maupun masyarakat.
“Pensiun bukanlah akhir dari pengabdian. Berakhirnya masa tugas sebagai ASN tidak berarti berakhir pula kesempatan Bapak dan Ibu untuk memberikan manfaat,” ujarnya.
Ia menyebut masa purna tugas justru dapat menjadi awal perjalanan baru dengan ruang dan waktu yang lebih luas untuk keluarga, menjaga kesehatan, mengembangkan kegiatan produktif, berorganisasi, maupun memberikan kontribusi sosial sesuai minat dan kemampuan masing-masing. Denny mengajak seluruh calon pensiunan menghadapi masa purna tugas dengan optimistis dan penuh rasa syukur.
“Jaga terus kesehatan, beradaptasi dengan perubahan, dan rencanakan kegiatan yang produktif,” pesannya.
Denny juga berharap kerja sama antara Pemprov Kaltara dan PT Taspen terus ditingkatkan. Sinergi tersebut dinilai penting untuk mendukung kesiapan calon pensiunan sekaligus memastikan kesejahteraan ASN setelah memasuki masa purna tugas. (**)


