Kebutuhan Unggas Tembus 8 Ribu Ekor per Hari, Bupati Syarwani Dorong Penguatan Peternakan Lokal

oleh -1420 Dilihat
oleh

‎TANJUNG SELOR, Kaltaraaktual.com- Bupati Bulungan, Syarwani, secara resmi membuka puncak Bulan Bakti Peternakan Bulungan 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan di Rumah Potong Hewan (RPH) Dinas Pertanian Bulungan, Selasa (15/9/26).

‎Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat sektor peternakan serta memacu kedaulatan pangan berkelanjutan di Kabupaten Bulungan.

‎Di balik potensi daerah yang besar, ketergantungan pasokan dari luar daerah masih menjadi pekerjaan rumah utama. Bupati mengungkapkan, kebutuhan ayam potong masyarakat Bulungan mencapai 8.000 ekor atau sekitar 6 ton daging per hari.

Baca Juga  Bupati Bulungan Tekankan Transparansi dalam Perubahan APBD 2025

‎Sayangnya, peternak lokal baru mampu menyuplai sekitar 1.500 ekor per hari.

‎”Sisanya, sebanyak 6.500 ekor masih dipasok dari Kabupaten Berau dan Kota Tarakan. Ini menunjukkan peluang usaha peternakan unggas di Bulungan sebenarnya masih sangat terbuka lebar,” ujar Syarwani.

‎Untuk menangkap peluang tersebut, Pemerintah Kabupaten Bulungan mendorong desa-desa agar aktif mengembangkan usaha peternakan unggas.

‎Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah pemanfaatan Alokasi Dana Desa (ADD) bagi kelompok usaha produktif.

Baca Juga  PMI Nunukan dan PWI Bersinergi, Porwada II Kaltara Diwarnai Aksi Kemanusiaan

‎Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), regulasi khusus akan diperkuat agar skema ini berjalan efektif mulai tahun 2027.

‎Tantangan utama yang dihadapi peternak saat ini adalah tingginya biaya pakan, yang menyedot hingga 40 persen dari total biaya produksi.

‎Karena pakan masih didatangkan dari luar daerah, Pemkab Bulungan berkomitmen mendorong produksi pakan mandiri memanfaatkan bahan baku lokal yang melimpah, disempurnakan dengan sentuhan teknologi pengolahan nutrisi yang tepat.

Baca Juga  IMKU Jabotabek Kecam Tindakan Persekusi Pelajar di Sukabumi

‎Selain isu peternakan, Syarwani juga memaparkan rencana strategis penguatan SDM dan pendidikan.

‎Di antaranya kerja sama pembukaan fakultas oleh Universitas Padjadjaran yang memanfaatkan lahan eks tambang di Kelubir sebagai laboratorium lapangan.

‎Serta peluncuran program Bulungan Mengajar pada 2027 yang bakal melibatkan jajaran kepala OPD dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. (DKIP_Bulungan)

‎

Bagikan

Tinggalkan Balasan