Bukan Sekadar Bertani, Syarwani Dorong Pemuda Peso Kelola Pertanian Secara Modern

oleh -1011 Dilihat
oleh

TANJUNG SELOR, Kaltaraaktual.com- Bupati Bulungan Syarwani mendorong generasi muda di Kecamatan Peso untuk terlibat aktif dalam pengembangan sektor pertanian. Hal itu disampaikan saat membuka Sekolah Lapangan Agrokompleks Integrated Area Development (IAD) Lanskap Kayan di Desa Long Buang.

Program tersebut menjadi proyek percontohan atau pilot project pertama di Kabupaten Bulungan. Kegiatan ini dirancang untuk mendorong regenerasi petani sekaligus meningkatkan kapasitas pemuda dalam mengelola potensi pertanian dan perkebunan secara modern.

Syarwani mengatakan pembangunan sektor pertanian di Bulungan tidak bisa hanya mengandalkan generasi tua. Menurutnya, regenerasi menjadi salah satu kunci agar sektor agrokompleks tetap berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kita ingin pembangunan pertanian dan perkebunan di Bulungan tidak hanya dijalankan oleh orang tua kita, tetapi harus ada regenerasi,” kata Syarwani, Senin (10/8/26).

Baca Juga  Bupati Syarwani Sampaikan Tiga Isu Strategis di Forum Reboan Kemendagri

Sekolah lapangan ini melibatkan 10 desa di Kecamatan Peso. Masing-masing desa mengirimkan tiga pemuda lokal untuk mengikuti program tersebut.

Selama kegiatan, para peserta akan mengikuti delapan kali pertemuan. Mereka mendapat pembekalan dari akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB), narasumber ahli, serta pihak terkait mengenai tata kelola lahan dan pengembangan pertanian modern.

Materi yang diberikan tidak hanya menekankan teknik pertanian, tetapi juga perubahan pola pikir (mindset) dalam mengelola sektor pertanian. Pengetahuan tersebut kemudian diharapkan dapat dipadukan dengan kearifan dan teknik pertanian lokal masyarakat.

Bupati Syarwani meminta peserta yang telah mengikuti sekolah lapangan tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Mereka diminta menjadi penggerak sekaligus sumber inspirasi bagi pemuda lainnya di desa masing-masing.

Baca Juga  Bupati Syarwani Raih TOP Pembina BUMD 2026, Dua BUMD Bulungan Ikut Borong Penghargaan

“Tiga anak muda dari setiap desa ini harus menjadi inspirasi dan magnet bagi pemuda lainnya,” ujarnya.

Menurut Syarwani, program tersebut harus dilanjutkan secara kolaboratif bersama pemerintah desa. Ia berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat ditularkan ke desa-desa lain di Kecamatan Peso.

“Setelah selesai dari Long Buang, program ini harus ditindaklanjuti secara kolaboratif bersama para kepala desa. Harus berlanjut ke Long Yin, Long Peleban, Long Leju, Long Biak, hingga seluruh desa di Kecamatan Peso,” sambungnya.

Program sekolah lapangan tersebut juga disinergikan dengan program unggulan Pemkab Bulungan, yakni Madya (Muda Berdaya, Muda Berkarya).

Pemkab Bulungan berharap keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian dapat memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung agenda ketahanan pangan nasional.

Baca Juga  Bupati Nunukan Resmi Tutup Turnamen Futsal Pelajar Series Gride Id 2025

Bupati Syarwani menilai kreativitas dan inovasi generasi muda akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan arah pembangunan Bulungan ke depan.

“Masa depan Kabupaten Bulungan ada di tangan anak-anak muda, salah satunya yang mengikuti program sekolah lapangan ini. Berawal dari Long Buang, kemajuan pertanian dan perkebunan di Kabupaten Bulungan akan kita bangun bersama-sama,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Bulungan Kilat, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Perikanan, perwakilan NGO, Rektor Universitas Kaltara, serta pakar pertanian dari Tani Nelayan Center Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Dr Ir Jono Mintarto Munandar MSc. (***)

Bagikan

Tinggalkan Balasan