MALINAU, Kaltaraaktual.com- Pemerintah Kabupaten Malinau menargetkan capaian kunjungan balita ke Posyandu menembus 85 persen sebagai bagian dari upaya memperkuat penanganan stunting dan tuberkulosis (TBC).
Target itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Optimalisasi Penggerakan dan Peningkatan Capaian Kunjungan Balita ke Posyandu yang dipimpin Sekretaris Daerah Malinau, Ernes Silvanus, di Ruang Rapat Intulun, Kantor Bupati Malinau, Kamis (03/09/26).
Ernes hadir didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kamran Daik serta Asisten Administrasi Umum Francis. Rapat juga diikuti kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat se-Kabupaten Malinau, puskesmas, hingga sejumlah lembaga terkait.
Menurut Ernes, rapat tersebut merupakan tindak lanjut hasil koordinasi penanganan stunting dan TBC yang sebelumnya digelar selama dua hari. Fokus pembahasan diarahkan pada peningkatan kunjungan balita ke Posyandu sebagai langkah preventif menjaga kesehatan anak.
Ia menegaskan peran keluarga menjadi faktor utama agar balita rutin datang ke Posyandu. Karena itu, pemerintah meminta seluruh unsur di tingkat kecamatan hingga RT bergerak bersama.
“Data harus by name by address. Kita petakan RT mana yang paling banyak balitanya, lalu keroyok bersama. Kalau kita kerja dengan pola seperti ini, target 85 persen kunjungan balita bisa tercapai,” kata Ernes.
Ernes meminta camat, kepala desa, ketua RT, kader Posyandu, puskesmas, hingga guru ikut menggerakkan masyarakat agar membawa balita ke Posyandu sesuai jadwal.
Ia juga mengingatkan pelayanan kesehatan tidak hanya berfokus pada pengobatan di rumah sakit, tetapi harus memperkuat langkah pencegahan melalui Posyandu.
“Rumah sakit seharusnya tidak bangga dengan banyaknya pasien sakit. Pelayanan preventif melalui Posyandu harus menjadi prioritas agar derajat kesehatan masyarakat meningkat,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Malinau akan menggelar gerakan penimbangan balita serentak pada 3 November 2026 menjelang peringatan Hari Kesehatan Nasional.
Sementara sepanjang September hingga Oktober 2026, camat bersama puskesmas diminta melakukan pemantauan dan evaluasi data kunjungan balita di masing-masing wilayah.
Ernes memastikan pemerintah daerah tetap mendukung penganggaran program kesehatan, termasuk penanganan stunting, TBC, dan literasi. Ia meminta seluruh pihak terus berinovasi meski menghadapi keterbatasan sarana.
“Ini soal masa depan anak-anak kita. Jangan sampai kita hanya kejar prestasi data, tapi faktanya anak kita tetap stunting. Mari kita kerja serius dan tuntas,” tutupnya. (sd/prokompim/red)




