Sekda Malinau Pilih Taman Baca Masyarakat untuk Menutup Kesenjangan Literasi

oleh -1067 Dilihat
oleh
Sumber Foto: diskominfo Malinau

MALINAU, Kaltaraaktual.com- emerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau mendorong penguatan Taman Baca Masyarakat (TBM) sebagai solusi untuk memperluas akses literasi di tengah keterbatasan perpustakaan di sekolah-sekolah, termasuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Komitmen itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Malinau, Ernes Silvanus, usai menghadiri Forum Konsultasi Publik Penyusunan Peta Jalan Revitalisasi Perpustakaan Sekolah dan Madrasah di Ruang Laga Feratu, Rabu (02/09/26).

Baca Juga  Gubernur Zainal Raih Penghargaan Sahabat Pers 2025 dari SMSI Pusat

Ernes mengatakan, kondisi ideal yang ingin diwujudkan adalah setiap sekolah memiliki perpustakaan dengan koleksi buku yang memadai untuk mendukung kemampuan literasi siswa. Namun, menurutnya, hal itu masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari ketersediaan sarana, koleksi buku hingga tenaga pengelola.

“Kalau kita melihat kondisi ideal ini, tentu akan sulit dipenuhi. Satu sekolah satu perpustakaan, bahkan sampai PAUD,” kata Ernes.

Baca Juga  Kedekatan Zainal Paliwang dengan Warga hingga di Doakan Menang Pilgub

Pemkab Malinau mendorong pengembangan TBM sebagai alternatif untuk menjembatani keterbatasan tersebut. TBM dinilai dapat menjadi ruang belajar dan pusat bacaan yang lebih mudah dijangkau masyarakat.

Menurut Ernes, keberadaan TBM akan lebih efektif jika lahir dari inisiatif masyarakat dan dikelola secara gotong royong.  Pemerintah, kata Ernes, tetap berperan memberikan pendampingan agar pengelolaannya berjalan berkelanjutan.

“Dari kita, oleh kita dan untuk kita. Masyarakat yang berinisiatif, kemudian mengelola dan mengerjakannya, sehingga manfaatnya juga dirasakan oleh masyarakat. Pemerintah tetap memberikan pendampingan,” imbuhnya.

Baca Juga  Biduk Bebandung dan Ziarah Makam Sultan di HUT Bulungan ke-65

Pemkab Malinau berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat melalui TBM mampu memperluas akses bahan bacaan, menciptakan lebih banyak ruang belajar, sekaligus memperkuat budaya literasi di Kabupaten Malinau. (diskominfomln/red)

Bagikan

Tinggalkan Balasan