Mappadendang dan Pindah Rumah Bugis Meriahkan Festival Budaya IRAU Malinau

oleh -373 Dilihat
oleh

MALINAU, Kaltaraaktual.com– Dentuman lesung dan tabuhan irama tradisional menggema di Arena Irau, Padan Liu Burung, Sabtu (18/10/2025). Di tengah hiruk pikuk perayaan Festival Irau ke-11 dan HUT ke-26 Kabupaten Malinau, warga Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) menghadirkan tontonan budaya yang memukau: tarian Mappadendang, tarian khas Sulawesi Selatan, serta atraksi adat pindah rumah atau “mappalette bola”.

Tarian Mappadendang, yang ditampilkan oleh para perempuan Bugis berpakaian adat warna-warni, menggambarkan rasa syukur atas hasil panen dan kerja keras petani. Dengan iringan bunyi alu yang ditumbuk ke lesung, tarian ini menghidupkan kembali tradisi agraris masyarakat Bugis di tanah perantauan.

Baca Juga  Dampak Irau Mulai Terasa, Kepala BPD Kaltimtara Malinau: ATM Harus Diisi Ulang Setiap Dua Hari

Tak kalah menarik, atraksi mappalette bola memperlihatkan puluhan warga bergotong royong mengangkat rumah kayu secara simbolis. Tradisi ini menjadi lambang kebersamaan dan solidaritas yang kuat di antara masyarakat Sulawesi Selatan.

Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, yang turut hadir, menyampaikan rasa bangganya atas semangat warga Sulsel di Malinau yang masih melestarikan budaya leluhur.

Baca Juga  Rangkul Pendamping Desa, Komit Bangun KTT dari Akar Rumput

“Apa yang kita saksikan hari ini bukan sekadar pertunjukan, melainkan pesan moral: budaya menyatukan kita semua,” katanya.

Sementara Bupati Malinau Wempi W. Mawa, yang baru saja menerima gelar kehormatan To Bisenge Daeng Mapuji, memuji penampilan KKSS.

“Atraksi budaya ini menegaskan bahwa Malinau adalah miniatur Indonesia. Di sini, semua suku hidup berdampingan, semua budaya mendapat ruang yang sama,” ujarnya.

Baca Juga  IRAU Malinau Panggung Budaya, Ruang UMKM, dan Etalase Identitas Lokal

Festival Irau tahun ini kembali menunjukkan fungsinya sebagai ruang perjumpaan kebudayaan, tempat masyarakat dari berbagai daerah bersatu dalam harmoni. Di tengah sorotan lampu panggung dan irama alu Mappadendang, Malinau sekali lagi meneguhkan jati dirinya: tanah yang damai, inklusif, dan kaya akan keberagaman. (**)

Bagikan

Tinggalkan Balasan