Pemkab Nunukan Dorong Pertanian Modern, Tanam Padi Pakai Teknologi

oleh -1018 Dilihat
oleh

NUNUKAN, Kaltaraaktual.com- Pemerintah Kabupaten Nunukan mulai mendorong penerapan sistem pertanian modern untuk meningkatkan efisiensi produksi, produktivitas lahan, hingga kesejahteraan petani.

Langkah itu ditandai dengan Sosialisasi dan Tanam Padi Metode Pertanian Modern di Brigade Pangan Taman Tani, Kelurahan Mansapa, Kecamatan Nunukan Selatan, Rabu (23/9/26).

Kegiatan tersebut dibuka Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Nunukan, Masniadi, mewakili Bupati Nunukan. Hadir pula Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Utara Didik Raharjo, Camat Nunukan Selatan, serta Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Nunukan.

Tak hanya memberikan sosialisasi, Masniadi bersama Didik Raharjo dan jajaran terkait juga turun langsung ke lahan untuk melakukan penanaman padi menggunakan alat dan metode pertanian modern.

Baca Juga  Pemkab Nunukan Terima CSR Rp 200 Juta dari PT SAGO untuk Perkuat Penanganan Karhutla

Masniadi mengatakan modernisasi pertanian diperlukan untuk menghadapi tantangan sektor pertanian, khususnya keterbatasan tenaga kerja dan meningkatnya kebutuhan pangan.

“Kita datang ke sawah saat ini, bukan untuk menanam padi dengan cara sistem lama, tetapi kita datang untuk menanam dengan cara yang baru, yang lebih modern, lebih cepat dan lebih praktis,” kata Masniadi.

Menurutnya, penerapan teknologi juga harus berorientasi pada efisiensi biaya produksi. Teknologi dinilai dapat membantu petani menyelesaikan pekerjaan lebih cepat di tengah keterbatasan tenaga kerja.

Baca Juga  Arus Mudik Lebaran di Pelabuhan Tunon Taka, Harap Perjalanan Masyarakat Berjalan Lancar dan Selamat

“Biaya produksi harus kita tekan seminimal mungkin. Karena itu, kita harus mulai bertani dengan cara yang lebih efisien, modern dan terukur. Inilah semangat dari Pertanian Modern Advanced Agriculture System atau PM-AAS,” ujarnya.

Masniadi menegaskan keberhasilan pembangunan pertanian tidak semata-mata diukur dari peningkatan produksi. Hal yang lebih penting adalah bagaimana peningkatan produktivitas tersebut berdampak terhadap pendapatan dan kesejahteraan petani.

“Inti dari semua program pertanian adalah kesejahteraan petani yang makin baik. Percuma saja kalau hasil produksinya tinggi, namun petani tidak sejahtera karena harga jual yang rendah dan biaya tanam yang makin besar,” tegasnya.

Baca Juga  Ketua Umum PB PGRI Puji Terobosan Pendidikan Bupati Malinau

Masniadi meminta penerapan pertanian modern tidak berhenti pada kegiatan tanam perdana. Pendampingan harus dilakukan secara berkelanjutan hingga tanaman memasuki masa panen.

Masniadi juga menekankan peran penyuluh dan jajaran teknis pertanian untuk memastikan seluruh tahapan budidaya berjalan dengan baik.

“Saya berharap program ini benar-benar didampingi dari awal sampai panen. Penyuluh dan jajaran pertanian jangan hanya hadir ketika tanam, tetapi ikut memastikan bagaimana tanaman dirawat sampai hasil panen,” tukasnya. (mdn/*hm/simpatik/red)

Bagikan

Tinggalkan Balasan