Terjebak Kubangan Lumpur, Ini Penampakan Akses Jalan di Apau Kayan

oleh
oleh

MALINAU, KaltaraAktual.com- Kondisi akses jalan di wilayah Apau Kayan, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara), memprihatinkan.

Pasalnya, ruas jalan penghubung Kecamatan Kayan Selatan menuju Kecamatan Sungai Boh rusak parah dan dipenuhi lumpur tebal, kondisi ini menyulitkan mobilitas warga setempat.

Dari rekaman video warga yang beredar, sejumlah kendaraan terlihat terjebak di jalur tanah yang licin dan berlubang. Bahkan, warga harus bergotong royong mendorong mobil yang tidak mampu melintasi jalan tersebut. Beberapa kendaraan lain tampak mengantre, menunggu giliran melewati titik jalan yang sulit dilalui.

Baca Juga  Hotel Minim Bukan Halangan, Malinau All Out Persiapkan Porprov Kaltara 2026

Kepala Desa Agung Baru, Ibrahim Bira, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan kerusakan jalan semakin parah ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

“Kalau hujan, jalan ini hampir tidak bisa dilewati. Kendaraan sering terjebak, masyarakat harus saling bantu untuk mendorong,” kata Ibrahim, Jumat (20/3/26).

Ironisnya, hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penanganan jalan tersebut. Padahal, ruas jalan Kayan Selatan–Sungai Boh merupakan jalur vital yang menghubungkan sejumlah desa di kawasan perbatasan hingga ke wilayah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) di Kalimantan Timur.

Baca Juga  Tim Karate Polda Kaltara Sabet 15 Medali di Kejuaraan Karate Terbuka Piala Pangdam VI/Mulawarman 2025

“Masyarakat mendesak agar perbaikan segera dilakukan, mengingat jalur ini menjadi urat nadi perekonomian warga Apau Kayan,” tegasnya.

Senada dengan itu, Kepala Adat setempat, Pajang Njuk juga menyebutkan kondisi jalan tersebut sudah lama dikeluhkan warga.

“Akses ini sangat vital bagi aktivitas masyarakat di wilayah Apau Kayan , Ini jalur utama kami. Kalau rusak seperti ini, semua aktivitas terganggu, termasuk distribusi bahan pokok,” kata Pajang.

Baca Juga  Sosper Pengelolaan Sampah, Andi Fajrul Ajak Warga di Mamolo Cintai Lingkungan

Dijelaskannya, selain menghambat aktivitas harian, kondisi ini juga berdampak pada distribusi logistik dan kebutuhan pokok masyarakat di wilayah pedalaman.

“Biaya transportasi menjadi lebih mahal dan waktu tempuh semakin panjang. Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan infrastruktur secara serius agar akses transportasi lebih lancar dan aman,” tutupnya (vct/*)

Tinggalkan Balasan