TANJUNG SELOR, Kaltaraaktual.com- Kejaksaan Tinggi Kalimantan Utara (Kaltara) terus mengusut dugaan tindak pidana korupsi dalam pemberian fasilitas kredit oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) kepada perusahaan perkebunan kelapa sawit, PT SSP, yang beroperasi di Kabupaten Nunukan.
Penyidikan perkara tersebut telah berjalan sejak April 2026. Hingga kini, tim penyidik bidang tindak pidana khusus Kejati Kaltara telah meminta keterangan sekitar 30 saksi dari berbagai pihak yang terkait dengan proses penyaluran kredit.
Para saksi yang diperiksa berasal dari PT SSP sebagai penerima fasilitas kredit, pihak BRI selaku pemberi kredit, koperasi unit usaha (KSU) atau plasma, serta Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, nilai fasilitas kredit yang disalurkan kepada perusahaan tersebut diperkirakan mencapai Rp596 miliar dalam rentang waktu 2017 hingga 2025.
Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Kaltara, Samiaji Zakaria, mengatakan penyidik menemukan indikasi adanya perbuatan yang mengarah pada dugaan korupsi dan berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara.
“Kami masih mendalami proses pemberian fasilitas kredit tersebut, mulai dari mekanisme persetujuannya hingga pelaksanaannya di lapangan,” kata Samiaji dalam keterangan resmi, Selasa, (23/06/26).
Menurut dia, penyidik saat ini masih mengumpulkan alat bukti dan menelusuri sejumlah dokumen yang berkaitan dengan proses pengajuan maupun pencairan kredit. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya penyimpangan dalam pemberian fasilitas pembiayaan kepada perusahaan sawit tersebut.
Kejati Kaltara menegaskan proses penyidikan masih berlangsung dan tidak menutup kemungkinan akan ada pemeriksaan tambahan terhadap pihak-pihak lain yang dianggap mengetahui atau terlibat dalam perkara tersebut.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, belum ada penetapan tersangka dalam kasus dugaan korupsi pemberian kredit BRI kepada PT SSP tersebut. Penyidik masih fokus pada pendalaman fakta dan pengumpulan bukti guna mengungkap konstruksi perkara secara menyeluruh. (**)







