Pelestarian Pesisir Tak Cukup Seremonial, DLH Tekankan Aksi Berkelanjutan

oleh -1795 Dilihat
oleh

TANJUNG SELOR, Kaltaraaktual.com- Upaya menjaga kebersihan pantai dan kelestarian lingkungan di Kalimantan Utara masih menghadapi berbagai tantangan. Selain meningkatnya aktivitas pembangunan di kawasan pesisir, rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah turut menjadi faktor yang mempercepat degradasi lingkungan.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Utara, Ir. Chairunnisah, S.T., M.AP., usai kegiatan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diisi dengan aksi bersih pantai, penanaman mangrove, dan penanaman bibit pohon bersama masyarakat.

Menurut Chairunnisah, aktivitas proyek berskala besar di kawasan pesisir berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan apabila tidak diimbangi dengan pengelolaan yang baik.

Baca Juga  Gubernur Zainal Ajak ASN Tampil Ramah dan Berintegritas

“Tantangan terbesar yang kami hadapi adalah mengendalikan degradasi lingkungan pesisir akibat meningkatnya aktivitas proyek besar. Dampaknya terlihat dari penumpukan sampah, sedimentasi di kawasan hutan mangrove, hingga terganggunya wilayah tangkap nelayan,” ujarnya belum lama ini.

Selain itu, ia menilai kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah masih perlu terus ditingkatkan. Kebiasaan tidak memilah sampah dan membuang sampah rumah tangga sembarangan masih menjadi persoalan yang harus diselesaikan secara bersama.

Meski demikian, Chairunnisah mengapresiasi sinergi berbagai pihak dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini. Menurutnya, keterlibatan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, berbagai instansi, dan seluruh mitra kerja atau perusahaan , serta masyarakat menjadi bukti bahwa pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

Baca Juga  Kaltara Targetkan 11,4 Persen Penurunan Stunting

“Melalui kolaborasi lintas sektor ini, kami ingin menunjukkan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif dunia usaha dan masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan, aksi bersih pantai yang dipadukan dengan penanaman mangrove dan bibit tanaman buah merupakan langkah konkret dalam memitigasi dampak perubahan iklim sekaligus menjaga keberlangsungan ekosistem pesisir.

Baca Juga  Golkar Perpanjang Masa Bakti DPD Provinsi, Instruksikan Larangan Penunjukan Plt Ketua

Lebih jauh, kegiatan tersebut juga menjadi momentum meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman triple planetary crisis, yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, serta polusi yang kini semakin nyata dirasakan di berbagai daerah.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremoni tahunan. Yang terpenting adalah tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menerapkan perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari sehingga kelestarian lingkungan dapat terus terjaga untuk generasi mendatang,” tutup Chairunnisah. (*)

Bagikan

Tinggalkan Balasan