MALINAU, Kaltaraaktual.com- Wakapolda Kalimantan Utara (Kaltara) Brigjen Pol. Yusuf membuka Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Berkemampuan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Tahun Anggaran 2026 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kaltara, Kabupaten Malinau.
Upacara pembukaan dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Malinau, Pejabat Utama (PJU) Polda Kaltara, serta sejumlah tamu undangan. Sebanyak 66 calon siswa resmi memulai pendidikan untuk dipersiapkan menjadi anggota Polri.
Dalam amanatnya, Brigjen Pol. Yusuf menegaskan pendidikan pembentukan bukan sekadar proses mengubah status warga sipil menjadi anggota kepolisian. Menurutnya, pendidikan merupakan tahapan membentuk kemampuan, karakter, mental, hingga budaya kerja sebagai anggota Polri.
“Setiap peserta didik kelak harus benar-benar mahir dan terampil dalam menjalankan tugasnya sebagai pelaksana tugas umum kepolisian, khususnya pada Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) di setiap satuan kewilayahan,” ujar Yusuf Senin, (20/07/26).
Pendidikan tahun ini mengusung tema “Membangun Keutamaan Pendidikan Polri yang Berbasis Moral dan Literasi untuk Mendukung Program Kedaulatan Pangan, Energi, dan Ekonomi yang Produktif serta Inklusif.”
Menurut Wakapolda, tema tersebut sejalan dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2026 yang menekankan pembangunan sumber daya manusia berkualitas. Ia berharap lulusan pendidikan tidak hanya memiliki kemampuan teknis kepolisian, tetapi juga bermoral, berintegritas, dan mampu menghadapi tantangan tugas di lapangan.
Dalam arahannya kepada para peserta didik, Yusuf meminta seluruh siswa meningkatkan keimanan dan ketakwaan, cepat beradaptasi dengan disiplin pendidikan, serta mempersiapkan kondisi fisik dan mental selama mengikuti pembentukan.
Ia juga mengingatkan para calon Bintara untuk meninggalkan sikap manja maupun individualistis serta terus menjaga motivasi ketika menghadapi tantangan selama pendidikan.
“Bangun semangat belajar yang tinggi dan jadilah peserta didik yang terus haus akan ilmu pengetahuan,” pesannya.
Tak hanya kepada siswa, Wakapolda juga memberikan arahan kepada tenaga pendidik, instruktur, dan pengasuh SPN Polda Kaltara. Mereka diminta menjadi teladan dalam sikap, disiplin, dan integritas agar mampu membentuk karakter peserta didik secara optimal.
Yusuf menegaskan budaya belajar di lingkungan SPN harus dibangun secara sehat, kompetitif, dan saling mendukung. Para pengasuh juga diminta mengenali kondisi setiap siswa sehingga proses pembentukan dapat berjalan maksimal tanpa ada peserta yang tertinggal. (***)







