DLH Sebut Mangrove hingga Perikanan Jadi Kekuatan Kaltara untuk Pembangunan Hijau

oleh -1938 Dilihat
oleh

TANJUNG SELOR, Kaltaraaktual.com- Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Hairul Anwar, menegaskan potensi sumber daya alam yang dimiliki Kaltara harus dikelola secara berkelanjutan agar mampu menjadi penopang pembangunan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.

Hairul mengatakan Kaltara memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, mulai dari sektor perikanan, kelautan, hingga ekosistem mangrove dan lahan gambut yang masih cukup luas. Potensi tersebut dinilai menjadi modal penting dalam mendorong pembangunan daerah.

Baca Juga  Estafet Kepemimpinan Dankodaeral XIII, Gubernur Harap Kolaborasi Makin Kuat

“Kaltara memiliki kekayaan alam yang menjadi modal pembangunan. Yang terpenting adalah bagaimana potensi tersebut dikelola secara berkelanjutan,” kata Hairul, Rabu (22/07/26).

Menurutnya, arah pembangunan lingkungan di Kaltara harus mampu menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan upaya pelestarian alam. Karena itu, penyusunan Rencana Strategis (Renstra) DLH Kaltara 2025-2029 diselaraskan dengan visi Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.

Baca Juga  Moment Apel KORPRI, Plt. Sekda Nunukan Salam Perpisahan ke ASN

Visi tersebut berfokus pada terwujudnya lingkungan hidup yang lestari sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

Hairul menjelaskan, kebijakan lingkungan ke depan tidak hanya menitikberatkan pada perlindungan ekosistem, tetapi juga mendorong penerapan ekonomi hijau, pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan, serta penguatan tata kelola pemerintahan yang baik.

Selain itu, perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup juga telah ditetapkan sebagai salah satu isu strategis dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltara.

Baca Juga  Apel Dinas Kesehatan Malinau, Sekda Ingatkan Profesionalisme Tenaga Kesehatan

“Seluruh kebijakan yang disusun diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan sehingga manfaatnya dapat dirasakan hingga generasi mendatang,” tutup Hairul. (ik/red)

Bagikan

Tinggalkan Balasan