TANJUNG SELOR, Kaltaraaktual.com- Produksi perikanan tangkap di Kabupaten Bulungan sepanjang 2026 mengalami pertumbuhan, meski kenaikannya masih tergolong terbatas. Dinas Perikanan Kabupaten Bulungan mencatat volume hasil tangkapan nelayan meningkat sekitar 2,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bulungan, H. Syam Hendarsyah, mengatakan kenaikan tersebut ditopang oleh meningkatnya efisiensi operasional nelayan, termasuk penggunaan teknologi navigasi sederhana pada armada penangkapan ikan.
Meski begitu, pertumbuhan produksi belum bisa melaju lebih tinggi karena nelayan masih menghadapi sejumlah tantangan di lapangan, terutama kondisi cuaca laut yang semakin sulit diprediksi.
“Faktor penghambatnya adalah fluktuasi harga bahan bakar solar eceran serta cuaca ekstrem di Laut Sulawesi yang mengurangi durasi melaut atau days at sea,” kata Syam, Senin, (07/09/26).
Syam menjelaskan, hasil tangkapan nelayan Bulungan masih didominasi kelompok ikan dasar laut. Beberapa komoditas yang paling banyak didaratkan antara lain kakap merah, bawal putih, kerapu, dan senangin yang menjadi andalan nelayan pesisir.
Di sisi lain, nelayan di wilayah pesisir seperti Bunyu dan Tanjung Palas Timur mulai merasakan dampak perubahan pola musim. Pergeseran angin barat dan angin timur dinilai tidak lagi mengikuti kalender musim yang selama ini menjadi acuan aktivitas melaut.
Kondisi tersebut memicu kemunculan badai secara tiba-tiba dan gelombang tinggi pada waktu-waktu tertentu. Akibatnya, hari efektif melaut nelayan diperkirakan berkurang sekitar 15 hingga 20 persen pada beberapa periode.
Untuk mengurangi risiko tersebut, Pemerintah Kabupaten Bulungan bekerja sama dengan BMKG meningkatkan sosialisasi penggunaan aplikasi prakiraan cuaca maritim secara real-time kepada nelayan.
Selain itu, pemerintah juga mendorong peremajaan alat tangkap yang lebih ramah lingkungan agar aktivitas penangkapan ikan tetap aman sekaligus menjaga keberlanjutan stok ikan di perairan Bulungan. (jm/red)



