Dari Hutan hingga Perubahan Iklim, Hairul Anwar Bicara Masa Depan Lingkungan Kaltara

oleh -1268 Dilihat
oleh

TANJUNG SELOR, Kaltaraaktual.com-  Kalimantan Utara (Kaltara) menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks di tengah percepatan pembangunan. Persoalan hutan, aktivitas pertambangan, pencemaran hingga perubahan iklim menjadi sejumlah isu yang membutuhkan perhatian serius. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltara, Hairul Anwar pada Rabu, (19/8/26).

Hairul mengatakan pembangunan daerah dan investasi tetap diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, pembangunan harus berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan.

“Pembangunan tetap kita dukung, tetapi aspek lingkungan harus menjadi perhatian. Jangan sampai pembangunan hari ini justru menimbulkan persoalan lingkungan untuk masa yang akan datang,” ujar Hairul.

Hairul menerangkan, kawasan hutan merupakan salah satu kekayaan penting Kaltara. Keberadaannya tidak hanya berfungsi sebagai kawasan ekologis, tetapi juga berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan keberlangsungan keanekaragaman hayati. Pemanfaatan kawasan harus dilakukan secara bertanggung jawab dan mengikuti ketentuan lingkungan yang berlaku.

“Yang harus kita jaga adalah keseimbangannya. Bagaimana pembangunan berjalan, tetapi fungsi lingkungan tetap terjaga,” katanya.

Baca Juga  Menginspirasi, Kapolda Kaltara Berikan Bansos ke Panti Asuhan Karya Murni

Hairul menilai persoalan lingkungan tidak bisa hanya dilihat dari satu sisi. Setiap aktivitas yang memanfaatkan ruang memiliki potensi dampak sehingga perlu dikelola dan diawasi.

Selain persoalan hutan, aktivitas pertambangan juga menjadi bagian dari tantangan pengelolaan lingkungan di Kaltara. Hairul mengatakan kegiatan pertambangan harus memperhatikan aspek lingkungan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan. Pengelolaan limbah, reklamasi, pengendalian dampak terhadap air dan tanah, serta pemulihan lingkungan menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.

“Setiap kegiatan usaha ada kewajiban untuk menjaga lingkungan. Jangan hanya mengambil sumber daya alamnya, tetapi tanggung jawab terhadap lingkungan juga harus dijalankan,” ujar dia.

DLH Kaltara, lanjut Hairul, memiliki peran dalam pengawasan aspek lingkungan sesuai kewenangan yang dimiliki. Namun, pengawasan tidak akan berjalan maksimal tanpa kepatuhan dari pelaku usaha.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, perusahaan dan masyarakat.

Tantangan lain yang menjadi perhatian adalah perubahan iklim. Hairul menyebut isu tersebut tidak lagi sebatas persoalan global, tetapi telah menjadi bagian dari tantangan pembangunan daerah.

Baca Juga  Disambut Masyarakat Tanah Merah, ZIAP Janji Lanjutkan Pembangunan Infrastruktur

Perubahan kondisi cuaca dan berbagai risiko lingkungan membutuhkan kesiapan pemerintah maupun masyarakat.

“Perubahan iklim ini harus kita hadapi bersama. Kita harus mulai memikirkan bagaimana melakukan mitigasi dan adaptasi sehingga dampaknya bisa diminimalkan,” katanya.

Menurut Hairul, perlindungan hutan dan ekosistem menjadi salah satu bagian penting dalam menghadapi perubahan iklim. Hutan memiliki fungsi ekologis yang besar, termasuk dalam menjaga keseimbangan lingkungan.

Artinya upaya menjaga tutupan hutan, mengurangi potensi kerusakan lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat menjadi bagian dari langkah jangka panjang. Tak Cukup Hanya Mengandalkan Pemerintah Hairul menegaskan persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan hanya oleh DLH.

Pemerintah daerah membutuhkan dukungan masyarakat, dunia usaha, akademisi, komunitas lingkungan serta berbagai pihak lainnya.

“Lingkungan ini milik kita bersama. Pemerintah punya kewenangan dan program, tetapi masyarakat dan dunia usaha juga punya tanggung jawab untuk menjaga lingkungan,” ucapnya.

Baca Juga  Malinau Membaca Masa Depan Lewat Logo Irau ke-11

Ia berharap kesadaran menjaga lingkungan dapat tumbuh menjadi kebiasaan. Mulai dari tidak membuang sampah sembarangan, tidak melakukan pembakaran lahan, menjaga sumber air hingga ikut mengawasi aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan.

Hairul mengatakan Kaltara memiliki potensi besar untuk berkembang. Kehadiran investasi dan pembangunan kawasan strategis dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Namun, pembangunan tersebut harus tetap memperhatikan daya dukung dan daya tampung lingkungan.

“Yang kita inginkan adalah pembangunan yang berkelanjutan. Ekonomi tumbuh, masyarakat mendapatkan manfaat, tetapi lingkungan juga tetap terjaga,” ujarnya.

Menurutnya, menjaga lingkungan bukan berarti menghambat pembangunan. Sebaliknya, lingkungan yang terkelola dengan baik menjadi fondasi agar pembangunan dapat berlangsung dalam jangka panjang.

“Kalau lingkungan rusak, yang menerima dampaknya juga masyarakat. Karena itu, menjaga lingkungan harus menjadi bagian dari pembangunan itu sendiri,” pungkas Hairul. (****)

Bagikan

Tinggalkan Balasan