Rahmawati Dorong Layanan Ambulans Gratis, Warga Sakit Bisa Dijemput

oleh -1023 Dilihat
oleh

TARAKAN, Kaltaraaktual.com- Anggota Komisi VII DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Utara (Kaltara), Hj. Rahmawati, mendorong perluasan akses layanan kesehatan bagi masyarakat melalui bantuan satu unit ambulans dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang dikelola Yayasan Peduli Jaya Bersama.

Ambulans tersebut disiapkan untuk membantu mobilisasi pasien yang membutuhkan transportasi menuju fasilitas kesehatan. Layanannya direncanakan menjangkau masyarakat di seluruh wilayah Kaltara, termasuk warga dari luar Tarakan yang harus berobat ke rumah sakit di kota tersebut.

Penyerahan ambulans secara simbolis kepada Yayasan Peduli Jaya Bersama berlangsung di Tarakan, Kamis (29/10/26).

Rahmawati mengatakan, keberadaan yayasan diharapkan menjadi wadah bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan, khususnya dalam urusan kesehatan.

Dia berharap ambulans tersebut dapat dimanfaatkan secara tepat sasaran sehingga benar-benar membantu warga yang mengalami kesulitan mendapatkan transportasi untuk berobat.

“Kalau ada keluarga yang membutuhkan, bisa nanti ditelepon kepada yayasan,” kata Rahmawati.

Baca Juga  Polda Kaltara Hadiri Istighosah Nasional dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H

Dia juga membuka peluang bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan bantuan melalui yayasan, termasuk warga yang membutuhkan penjemputan pasien dari pelabuhan maupun lokasi lainnya.

“Siapa tahu ada yang minta jemput di pelabuhan dalam keadaan sakit nanti bisa nelpon,” ujarnya.

Rahmawati turut menyampaikan apresiasi kepada BRI dan Yayasan Peduli Jaya Bersama atas dukungan penyediaan ambulans tersebut.

Dia berharap fasilitas itu dirawat dan digunakan sesuai peruntukannya agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat luas.

“Saya juga berterima kasih atas kebaikannya bapak dari BRI dan dari yayasan juga,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Peduli Jaya Bersama, Ardiansyah, menjelaskan ambulans tersebut dipersiapkan untuk melayani kebutuhan transportasi kesehatan masyarakat di Kaltara.

Menurutnya, layanan tidak hanya diperuntukkan bagi warga Tarakan, tetapi juga masyarakat dari Kabupaten Nunukan, Malinau, Tana Tidung (KTT), hingga Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.

“Yayasan ini memang diperuntukkan untuk layanan kesehatan, khusus di wilayah Kalimantan Utara. Jadi, dengan adanya CSR ini melalui BRI, melalui Bunda, ini bisa dipakai untuk masyarakat yang ada di Kalimantan Utara, utamanya untuk kesehatan,” jelas Ardiansyah.

Baca Juga  Heboh! Polda Kaltara Geledah Kanwil Bank Kaltimtara di Bulungan

Dia mengatakan, penyediaan ambulans tersebut dilatarbelakangi kebutuhan masyarakat terhadap transportasi pasien. Selama ini, ambulans umumnya tersedia melalui rumah sakit dan puskesmas.

Melalui yayasan, pihaknya berupaya menghadirkan alternatif layanan yang dapat membantu masyarakat ketika membutuhkan mobilisasi pasien.

Ardiansyah menegaskan, penggunaan ambulans untuk kepentingan kesehatan akan diberikan secara gratis. Bahkan, biaya operasional seperti bahan bakar akan ditanggung pihak yayasan.

“Kalau biaya operasional, kita gratiskan untuk mobilisasi mengantar. Kalau untuk subsidi bensin, semua itu ditanggung sama yayasan,” tegasnya.

Meski cakupan layanan direncanakan menjangkau seluruh Kaltara, ambulans tersebut untuk sementara akan ditempatkan di Tarakan.

Skema ini disiapkan untuk membantu masyarakat dari berbagai kabupaten yang membutuhkan transportasi menuju rumah sakit di Tarakan.

Baca Juga  Kapolda Kaltara Hadiri Press Release Pengungkapan Jaringan Narkoba Internasional

Pihak yayasan juga tengah membahas sistem operasional, termasuk kemungkinan penerapan tiga sif pengemudi agar ambulans dapat memberikan pelayanan selama 24 jam.

Hal itu dinilai penting mengingat kebutuhan transportasi pasien bisa terjadi kapan saja, termasuk pada malam hingga dini hari.

Namun, mekanisme pemesanan layanan dan nomor kontak khusus masih dalam pembahasan internal yayasan.

Ardiansyah menyebut masyarakat untuk sementara dapat berkoordinasi melalui dirinya atau sekretaris yayasan. Ke depan, pihaknya berencana menyediakan pusat panggilan atau call center agar akses layanan lebih mudah. “Bisa melalui saya atau sekretaris, kontak khususnya nanti ada call center. Kita masih bahas internal,” pungkasnya.

Dengan adanya ambulans tersebut, masyarakat Kaltara diharapkan memiliki alternatif transportasi kesehatan tanpa biaya. Namun, kejelasan nomor layanan, kesiapan pengemudi, serta kepastian operasional 24 jam akan menjadi bagian penting agar fasilitas bantuan itu dapat dimanfaatkan secara optimal. (****)

Bagikan

Tinggalkan Balasan