Dilatih Selama 2 Hari, UMKM Mustahik Kaltara Disiapkan Go Digital

oleh -4 Dilihat
oleh

TANJUNG SELOR Kaltaraaktual.com– Sebanyak 30 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) penerima manfaat zakat atau mustahik mengikuti pelatihan konten dan pemasaran digital di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara).

Kegiatan yang berlangsung pada 12-13 Agustus 2026 itu digelar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama BAZNAS Provinsi Kalimantan Utara dan Digimonusa.

Pelatihan tersebut dirancang untuk membekali pelaku UMKM dengan kemampuan memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi dan pengembangan bisnis. Peserta sebelumnya telah melewati tahapan seleksi serta pra-workshop agar materi yang diberikan lebih sesuai dengan kebutuhan usaha mereka.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemprov Kaltara Muhammad Rosyit mengatakan transformasi digital menjadi peluang yang perlu dimanfaatkan pelaku UMKM.

Dia menyebut kemampuan memasarkan produk melalui platform digital kini menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing usaha.

“Pelatihan ini diharapkan tidak berhenti pada pengetahuan. Yang lebih penting, keterampilan tersebut bisa diterapkan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian para mustahik,” kata Rosyit dalam sambutannya mewakili Gubernur Kaltara.

Baca Juga  Ernes Tekankan Cinta Olahraga Sejak Dini saat Buka Turnamen Mini Soccer Kemilau 2025

Menurut dia, perkembangan teknologi membuka kesempatan bagi produk lokal untuk menembus pasar yang lebih luas. Karena itu, pelaku usaha perlu memahami cara membangun identitas produk sekaligus membuat konten yang menarik bagi calon konsumen.

Kepala BAZNAS Provinsi Kaltara Ubid Hadruni mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi mustahik.

Dia berharap peserta tidak hanya mengetahui teori digital marketing, tetapi juga mampu menggunakannya secara langsung untuk mendukung aktivitas bisnis.

“Harapannya peserta bisa mempraktikkan ilmu yang diperoleh. Digital marketing memberikan peluang agar produk mereka dikenal lebih luas dan tidak hanya bergantung pada konsumen di sekitar tempat usaha,” ujar Ubid.

Dalam pelatihan, peserta mendapat sejumlah materi mulai dari dasar pembuatan konten dan pengelolaan media sosial, personal branding, business branding, hingga membangun identitas usaha.

Peserta juga diarahkan membuat konten secara langsung. Dengan metode praktik tersebut, kemampuan yang diperoleh diharapkan dapat langsung diterapkan dalam kegiatan usaha masing-masing.

Baca Juga  Lomba Mancing Bupati Cup 2025 Pecahkan Rekor MURI

Ubid mengatakan keberhasilan program tidak semata-mata dilihat dari keikutsertaan peserta dalam pelatihan.

Menurutnya, perubahan kemampuan peserta setelah kegiatan menjadi salah satu indikator penting, termasuk kemampuan mengelola media sosial, menghasilkan konten, menjalankan strategi pemasaran digital hingga memperluas pasar.

“Targetnya bukan sekadar peserta memahami digital marketing. Kami ingin mereka mampu menerapkannya, memiliki strategi pemasaran yang lebih baik, memperluas jangkauan pasar, dan meningkatkan omzet,” jelasnya.

Program pemberdayaan tersebut juga dilanjutkan dengan pendampingan. Peserta akan mendapatkan mentoring selama tiga bulan setelah pelatihan berakhir.

Pendampingan ini ditujukan untuk membantu peserta mengimplementasikan materi sekaligus memberikan solusi ketika menghadapi kendala dalam proses pengembangan bisnis melalui kanal digital.

BAZNAS menilai Kalimantan Utara memiliki potensi produk UMKM yang masih terbuka untuk dikembangkan. Salah satu aspek yang dinilai perlu diperkuat adalah kemampuan pemasaran.

Baca Juga  97 ASN Pemkab Nunukan Menerima Satyalancana Karya Satya

“Potensi UMKM dan produk lokal di Kaltara cukup besar. Kami ingin membantu pelaku usaha mustahik memanfaatkan ruang digital agar produk mereka memiliki peluang menjangkau pasar yang lebih luas,” tutur Ubid.

Dalam program ini, BAZNAS RI berperan dalam pengembangan program pemberdayaan mustahik.

BAZNAS Kaltara mendukung koordinasi dan pelaksanaan di daerah, sedangkan Digimonusa memberikan penguatan materi serta pendampingan terkait konten dan digital marketing.

Rosyit berharap kerja sama tersebut dapat berlanjut dan menjangkau lebih banyak pelaku UMKM.

“Harapannya ilmu yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha, memperluas pemasaran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Sementara Ubid menegaskan pemberdayaan zakat tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi diarahkan agar penerima manfaat mampu meningkatkan kapasitas ekonominya.

“Tujuan akhirnya adalah kemandirian. Kami ingin mustahik semakin terampil, usahanya berkembang, naik kelas, dan pada akhirnya semakin mandiri secara ekonomi,” pungkasnya. (***)

Bagikan

Tinggalkan Balasan