TANJUNG SELOR, KaltaraAktual.com- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalimantan Utara memanfaatkan teknologi pemantauan otomatis untuk mengawasi kualitas air di sejumlah wilayah di Kaltara. Langkah ini dilakukan guna memastikan kondisi air tetap aman dan layak dimanfaatkan masyarakat.
Salah satu perangkat yang digunakan ialah Automatic Water Quality Monitoring System (Anlimo). Alat tersebut kini terpasang di kawasan Pelabuhan Kayan II, Tanjung Selor, sebagai titik pemantauan kualitas air secara berkala.
Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda DLH Kaltara, Petrus Maden Sima, mengatakan Anlimo mampu memantau sejumlah parameter kualitas air secara langsung atau real time. Dengan sistem itu, potensi pencemaran bisa lebih cepat terdeteksi.
“Pemantauan dilakukan rutin, mulai harian, mingguan, bulanan sampai tahunan. Semua data terus dipantau untuk melihat perkembangan kualitas air,” kata Petrus, Kamis (21/05/26).
Menurut dia, data hasil pemantauan menjadi bahan evaluasi DLH Kaltara dalam menentukan langkah penanganan apabila ditemukan penurunan kualitas air di lokasi tertentu.
DLH Kaltara menilai pengawasan berkelanjutan penting dilakukan mengingat air menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat. Selain menjaga kualitas lingkungan, pemantauan juga diharapkan meningkatkan kesadaran berbagai pihak agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi mencemari sungai maupun sumber air lainnya.
Melalui sistem pemantauan berbasis teknologi tersebut, DLH Kaltara berharap pengawasan lingkungan dapat berjalan lebih efektif dan responsif terhadap perubahan kondisi kualitas air di wilayah Kaltara. (ij/red)







