TANJUNG SELOR, Kaltaraaktual.com- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalimantan Utara (Kaltara) menghadapi tantangan besar dalam menjaga kelestarian lingkungan di tengah pesatnya pembangunan dan aktivitas investasi di daerah.
Kepala DLH Kaltara, Hairul Anwar, menilai pembangunan dan perlindungan lingkungan harus berjalan beriringan. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tidak boleh mengabaikan aspek keberlanjutan lingkungan.
Persoalan lingkungan, kata dia, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Dunia usaha dan masyarakat juga memiliki peran penting dalam memastikan aktivitas pembangunan tidak menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan.
Kadis DLH Kaltara Hairul mengatakan, DLH terus mendorong agar setiap kegiatan usaha memenuhi kewajiban dan ketentuan lingkungan yang telah ditetapkan. Hal tersebut mencakup pengelolaan limbah, pengendalian pencemaran, hingga pemulihan lingkungan apabila terjadi kerusakan.
“Pembangunan tetap harus berjalan, tetapi aspek lingkungan juga harus menjadi perhatian. Jangan sampai pembangunan hari ini justru meninggalkan persoalan bagi generasi berikutnya,” ujar Hairul, Senin, (10/08/26).
Hairul menegaskan, pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi memberikan dampak terhadap lingkungan menjadi salah satu bagian penting dalam tugas DLH.
Selain pengawasan, DLH Kaltara juga mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dan pelaku usaha terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
Menurut Hairul, persoalan lingkungan tidak bisa hanya diselesaikan melalui penindakan. Edukasi, pembinaan, kepatuhan serta kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha juga diperlukan.
“Yang paling penting adalah bagaimana kesadaran itu tumbuh. Jadi bukan hanya karena takut terhadap aturan, tetapi memang ada kesadaran bahwa lingkungan harus dijaga bersama,” katanya.
Hairul menambahkan, Kaltara memiliki potensi sumber daya alam yang besar. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara hati-hati agar manfaat ekonomi yang dihasilkan tetap dapat dirasakan masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.
Ia berharap pembangunan di Kaltara ke depan dapat mengedepankan prinsip pembangunan berkelanjutan.
“Kita ingin pembangunan tetap maju, investasi berjalan, masyarakat mendapatkan manfaat, tetapi lingkungan juga tetap terjaga,” ujarnya.
Dengan tantangan lingkungan yang semakin kompleks, DLH Kaltara menilai kolaborasi menjadi kunci. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat maupun pelaku usaha. (***)

