TANJUNG SELOR, Kaltaraaktual.com- Kualitas udara di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, memasuki kategori Tidak Sehat berdasarkan hasil pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Tanjung Harapan pada 31 Agustus 2026.
Data pemantauan menunjukkan konsentrasi partikel halus PM2.5 pada pukul 05.00 WITA mencapai 70,4 mikrogram per meter kubik (μg/m³). Angka tersebut berada di atas ambang batas kualitas udara yang sehat dan menempatkan wilayah Tanjung Harapan dalam kategori Tidak Sehat.
BMKG mencatat, sejak dini hari hingga pukul 05.00 WITA, konsentrasi PM2.5 bertahan pada level tinggi. Puncak konsentrasi terjadi sekitar pukul 00.00–01.00 WITA dengan nilai mendekati 80 μg/m³, kemudian berangsur menurun pada pukul 02.00 hingga 03.00 WITA.
Pada pukul 04.00 WITA sempat terjadi kenaikan tipis hingga sekitar 70,5 μg/m³, sebelum kembali turun menjadi 70,4 μg/m³ pada pukul 05.00 WITA. Meski mengalami fluktuasi, seluruh hasil pemantauan selama rentang waktu tersebut tetap berada dalam kategori Tidak Sehat.
Fenomena ini umumnya dipengaruhi oleh inversi suhu atmosfer pada dini hari yang menyebabkan polutan tertahan di dekat permukaan bumi. Kondisi kelembapan udara yang tinggi pada pagi hari juga turut memperlambat penyebaran partikel di udara.
DLH Kaltara: Gunakan Masker untuk Cegah ISPA
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalimantan Utara, Hairul Anwar, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak buruk kualitas udara, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan.
Hairul meminta masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan sebagai langkah preventif untuk mengurangi paparan partikel PM2.5 yang dapat memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan gangguan pernapasan lainnya.
“Kami mengimbau masyarakat agar menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, terutama pada pagi hari saat konsentrasi PM2.5 masih tinggi. Ini merupakan langkah pencegahan agar tidak mudah terkena ISPA maupun gangguan saluran pernapasan,” ujar Hairul Anwar, Senin, (31/08/26).
Ia juga mengingatkan warga untuk mengurangi aktivitas luar ruangan jika tidak mendesak, memperbanyak konsumsi air putih, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, atau tenggorokan.
Imbauan BMKG dan DLH Kaltara
BMKG Stasiun Tanjung Harapan bersama DLH Kalimantan Utara mengeluarkan sejumlah imbauan kepada masyarakat:
Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Kurangi aktivitas fisik di luar rumah ketika kualitas udara memburuk.
Tutup jendela rumah jika kualitas udara sedang tinggi polusinya.
Perbanyak minum air putih dan jaga kebersihan saluran pernapasan.
Kelompok rentan diimbau membatasi paparan udara luar.
DLH Kaltara menyatakan akan terus memantau perkembangan kualitas udara bersama BMKG dan mengimbau masyarakat mengikuti informasi resmi mengenai kondisi udara di wilayah Kaltara.







