TANJUNG SELOR, Kaltaraaktual.com- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalimantan Utara (Kaltara) menetapkan sejumlah isu lingkungan global sebagai perhatian utama dalam penyusunan arah kebijakan pembangunan daerah lima tahun ke depan.
Kepala DLH Kaltara Hairul Anwar mengatakan, perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, pencemaran lingkungan, eksploitasi sumber daya alam, hingga deforestasi menjadi tantangan yang harus diantisipasi sejak dini.
“Isu-isu lingkungan saat ini tidak lagi bersifat lokal, tetapi telah menjadi tantangan global yang berdampak langsung terhadap daerah. Karena itu, kebijakan daerah harus mampu menjawab tantangan tersebut melalui langkah-langkah yang terukur dan berkelanjutan,” katanya Senin, (03/08/26).
Menurutnya, Kalimantan Utara sebagai provensi termuda, memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara bijaksana agar tetap menjaga keseimbangan ekologi. Ia menegaskan bahwa pembangunan ekonomi tidak boleh mengabaikan daya dukung lingkungan, terutama di wilayah yang masih memiliki kawasan hutan dan ekosistem penting.
Hairul menambahkan, DLH Kaltara terus mendorong berbagai program pengendalian pencemaran, konservasi lingkungan, serta peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian alam. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan pengawasan lingkungan, rehabilitasi kawasan kritis, serta edukasi lingkungan di tingkat sekolah dan masyarakat.
Selain itu, DLH Kaltara juga mulai memperkuat strategi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, termasuk pengurangan emisi dari sektor-sektor yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan. Program pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai juga menjadi bagian dari prioritas kerja. (*)







