‎TANJUNG SELOR, Kaltaraaktual.com- Bupati Bulungan, Syarwani, secara resmi membuka puncak Bulan Bakti Peternakan Bulungan 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan di Rumah Potong Hewan (RPH) Dinas Pertanian Bulungan, Selasa (15/9/26).
‎Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat sektor peternakan serta memacu kedaulatan pangan berkelanjutan di Kabupaten Bulungan.
‎Di balik potensi daerah yang besar, ketergantungan pasokan dari luar daerah masih menjadi pekerjaan rumah utama. Bupati mengungkapkan, kebutuhan ayam potong masyarakat Bulungan mencapai 8.000 ekor atau sekitar 6 ton daging per hari.
‎Sayangnya, peternak lokal baru mampu menyuplai sekitar 1.500 ekor per hari.
‎”Sisanya, sebanyak 6.500 ekor masih dipasok dari Kabupaten Berau dan Kota Tarakan. Ini menunjukkan peluang usaha peternakan unggas di Bulungan sebenarnya masih sangat terbuka lebar,” ujar Syarwani.
‎Untuk menangkap peluang tersebut, Pemerintah Kabupaten Bulungan mendorong desa-desa agar aktif mengembangkan usaha peternakan unggas.
‎Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah pemanfaatan Alokasi Dana Desa (ADD) bagi kelompok usaha produktif.
‎Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), regulasi khusus akan diperkuat agar skema ini berjalan efektif mulai tahun 2027.
‎Tantangan utama yang dihadapi peternak saat ini adalah tingginya biaya pakan, yang menyedot hingga 40 persen dari total biaya produksi.
‎Karena pakan masih didatangkan dari luar daerah, Pemkab Bulungan berkomitmen mendorong produksi pakan mandiri memanfaatkan bahan baku lokal yang melimpah, disempurnakan dengan sentuhan teknologi pengolahan nutrisi yang tepat.
‎Selain isu peternakan, Syarwani juga memaparkan rencana strategis penguatan SDM dan pendidikan.
‎Di antaranya kerja sama pembukaan fakultas oleh Universitas Padjadjaran yang memanfaatkan lahan eks tambang di Kelubir sebagai laboratorium lapangan.
‎Serta peluncuran program Bulungan Mengajar pada 2027 yang bakal melibatkan jajaran kepala OPD dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. (DKIP_Bulungan)
‎







