Dinas Perikanan Bulungan Dorong Hilirisasi Ikan Lokal, Siapkan Dua Unit Pengolahan Surimi

oleh -1003 Dilihat
oleh

TANJUNG SELOR, Kaltaraaktual.com- Pemerintah Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, mendorong pengolahan komoditas perikanan lokal untuk meningkatkan nilai jual sekaligus memperkuat pendapatan pelaku usaha.

Program tersebut dijalankan melalui Bidang Peningkatan Daya Saing dan Pengawasan Hasil Perikanan, Dinas Perikanan Kabupaten Bulungan. Fokusnya adalah mengembangkan komoditas yang selama ini memiliki nilai ekonomi relatif rendah ketika hanya dipasarkan dalam bentuk ikan segar.

Kepala Bidang Daya Saing dan Pengawasan Sumber Daya Perikanan Dinas Perikanan Bulungan, Junaidi, mengatakan pengolahan menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas perikanan daerah. Menurut dia, ikan suruyuk dan ikan bulan-bulan menjadi dua komoditas lokal yang tengah didorong untuk masuk ke tahap pengolahan.

Baca Juga  Kopi Mobil Belayan, UMKM Kecil di Malinau yang Bikin Pecah Pasar Anak Muda

“Konsepnya bagaimana meningkatkan nilai suatu komoditas perikanan yang apabila dalam pemasarannya dalam bentuk segar punya nilai harga atau nilai ekonomis yang rendah,” kata Junaidi, Senin (14/9/26).

Ia menjelaskan, pengolahan ikan diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai produk, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperoleh margin keuntungan yang lebih baik.

Ketersediaan bahan baku jadi perhatian

Di sisi lain, pengembangan usaha pengolahan ikan masih menghadapi tantangan pada aspek ketersediaan bahan baku.

Baca Juga  Tokoh Kaltara, Marli Kamis: IRAU Malinau Bukti Pemerintah Tak Lupa Rakyat!

Dinas Perikanan Bulungan menilai keberlanjutan pasokan menjadi faktor penting agar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pengolahan ikan dapat terus berjalan.

Untuk menjawab persoalan tersebut, Dinas Perikanan Bulungan tengah mengembangkan dua unit pengolahan ikan yang diarahkan untuk menghasilkan daging surimi.

Surimi nantinya dapat digunakan sebagai bahan baku untuk berbagai produk olahan berbasis ikan.

“Terkait dengan ketersediaan bahan baku, ini harus memadai. Bagaimana kita memastikan eksistensi UMKM ini bisa berkelanjutan,” ujar Junaidi.

Baca Juga  CV Oscar Buka Suara Soal Proyek Jalan Pongtiku Rp273 Juta di Nunukan

“Kami sedang mengembangkan dua unit pengolah ikan untuk menghasilkan daging surimi sebagai sumber bahan baku produk turunan,” lanjutnya.

Pengembangan unit pengolahan tersebut diharapkan dapat membangun rantai usaha perikanan yang lebih kuat, mulai dari penyediaan bahan baku hingga menghasilkan produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Dengan demikian, hasil perikanan lokal Bulungan tidak hanya bergantung pada penjualan dalam bentuk segar, tetapi dapat dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah. (jm/red)

Bagikan

Tinggalkan Balasan