Hilirisasi Komoditas Perikanan, Dinas Perikanan Bulungan Dorong UMKM Tembus Pasar Nasional hingga Ekspor

oleh -1728 Dilihat
oleh

TANJUNG SELOR, Kaltaraaktual.com- Pemerintah Kabupaten Bulungan melalui Dinas Perikanan terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor perikanan meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas pemasaran.

Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi hilirisasi komoditas perikanan lokal. Tidak sekadar menjual ikan dalam kondisi segar, komoditas yang memiliki nilai jual relatif rendah didorong untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.

Pada 2026, Dinas Perikanan Bulungan menargetkan pertumbuhan produksi hasil olahan perikanan sebesar 10 persen.

Kabid Peningkatan Daya Saing dan Pengawasan Hasil Perikanan Dinas Perikanan Bulungan, Junaidi, mengatakan pengembangan UMKM diarahkan agar produk olahan berbahan baku lokal mampu memiliki daya saing lebih luas.

“Target kami bagaimana produk-produk UMKM ini tidak hanya dipasarkan ke pasar lokal. Bagaimana ini bisa masuk di pasar domestik, nasional, bahkan harapannya kalau bisa ekspor,” ujar Junaidi, Kamis (17/9/26).

Baca Juga  Penggunaan Alat Tangkap Ilegal Masih Ditemukan, Dinas Perikanan Bulungan Pilih Edukasi dan Pendampingan

Menurut Junaidi, sejumlah komoditas ikan lokal seperti ikan suruyuk dan ikan bulan-bulan menjadi salah satu bahan baku yang dikembangkan untuk produk olahan.

Konsepnya, ikan yang sebelumnya lebih banyak dijual sebagai komoditas segar diolah menjadi produk dengan masa simpan dan nilai jual yang lebih tinggi.

Untuk mendukung keberlanjutan bahan baku, Dinas Perikanan Bulungan juga mengembangkan dua unit pengolahan ikan yang diarahkan untuk memproduksi daging ikan berbentuk surimi.

Keberadaan unit tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM memperoleh bahan baku secara lebih terjamin sekaligus mendukung kontinuitas produksi.

“Yang kami dorong bukan hanya produknya, tetapi bagaimana bahan bakunya tersedia secara berkelanjutan sehingga UMKM bisa terus melakukan produksi,” kata Junaidi.

Baca Juga  Bupati Tana Tidung Berpesan ASN Disiplin Kerja

Dalam pembinaannya, Dinas Perikanan Bulungan menerapkan sejumlah persyaratan bagi UMKM yang ingin memperoleh fasilitasi dan pendampingan.

Pelaku usaha setidaknya harus sudah menjalankan usaha selama dua tahun, menyampaikan laporan keuangan dan perkembangan produksi secara berkala, serta memiliki Sertifikat Kelayakan Pengolah (SKP).

Persyaratan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan UMKM yang dibina memiliki aktivitas usaha yang berkelanjutan dan proses produksinya memenuhi standar kelayakan.

Junaidi menuturkan, pembinaan tidak berhenti pada peningkatan kemampuan produksi. Aspek pemasaran juga menjadi perhatian agar produk yang dihasilkan memiliki akses pasar lebih luas.

“Jadi kami ingin UMKM ini bisa berkembang secara mandiri. Setelah kualitas dan legalitas produknya terpenuhi, pemasaran juga harus terus diperluas,” ujarnya.

Produk olahan hasil perikanan yang diproduksi UMKM binaan Dinas Perikanan Bulungan saat ini telah dipasarkan di wilayah Kalimantan Utara. Pemasarannya bahkan mulai menjangkau luar daerah, termasuk Samarinda.

Baca Juga  Pulau Sapi Jadi Pusat Perhatian, Sekda Malinau Matangkan Persiapan Menuju Tuan Rumah Hari Otonomi Desa

Untuk memperkenalkan produk lebih luas, pemerintah juga mendorong UMKM yang telah memenuhi aspek legalitas dan standar kelayakan mengikuti berbagai pameran tingkat nasional.

Salah satunya melalui pameran tahunan Apkasi yang menjadi ruang promosi produk-produk unggulan daerah.

Junaidi berharap perluasan pasar tersebut dapat menjadi tahapan bagi produk olahan perikanan Bulungan untuk naik kelas.

“Harapannya produk lokal kita tidak berhenti di pasar daerah. Dengan kualitas, legalitas, dan pemasaran yang terus diperbaiki, kami ingin produk UMKM Bulungan semakin dikenal di pasar nasional dan ke depan memiliki peluang untuk masuk pasar ekspor,” katanya. (jm/red)

Bagikan

Tinggalkan Balasan